SUKABUMI — Menanggapi pemberitaan terkait kondisi Ani (57), seorang perempuan yang tinggal di wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Camat Jampangtengah, Chairul Ichwan, memberikan klarifikasi sekaligus penjelasan menyeluruh berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan.
Chairul Ichwan menyampaikan bahwa pihak RT setempat telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap Ani, yang diketahui tinggal di sebuah warung milik keluarga kepala dusun setempat. Warung tersebut ditempati sementara karena pemiliknya sedang berada di luar Kecamatan Jampangtengah. Dengan demikian, Camat menegaskan bahwa Ani tidak mengontrak rumah sebagaimana informasi yang sebelumnya beredar.
“RT sudah memeriksa langsung. Ibu Ani tinggal di warung milik keluarga kepala dusun. Jadi bukan mengontrak,” ujar Chairul Ichwan, mengutip penjelasan RT setempat, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Warga Tumpah Ruah, Alun-alun Palabuhanratu jadi Tempat Favorit Ngabuburit
Berdasarkan pendataan, Ani diketahui bukan warga Jampangtengah. Ia tercatat sebagai warga Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong. Meski demikian, Camat menegaskan bahwa status domisili tersebut tidak menghalangi warga dan aparat setempat untuk tetap memberikan bantuan kemanusiaan.
“Secara administrasi, KTP dan KK beliau masih ada dan lengkap. Saat ditanya, ibu Ani menyampaikan keluhan ingin berobat,” jelasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kecamatan bersama RT, RW, kepala dusun, dan warga sekitar langsung melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas. Hasilnya, Ani telah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Selain itu, sejumlah pihak juga turun memberikan bantuan, termasuk dari Kementerian Sosial serta unsur masyarakat.
Baca Juga: Peringatan Setahun Ayep-Bobby Tuai Kritik, Anggota DPRD: Rakyat Butuh Jalan, Bukan Hajatan
Chairul Ichwan menambahkan, bantuan kebutuhan dasar untuk Ani juga terus mengalir. Setiap hari, Ani disebut rutin mendapatkan beras, nasi, lauk-pauk, dan makanan lainnya dari warga sekitar.
“Kalau dibilang tidak diurus atau tidak diperhatikan, itu tidak benar. Setiap hari ditengok, dikasih makan, dan kalau sakit diobati,” tegasnya.
Terkait kebutuhan air bersih, Camat menjelaskan bahwa Ani mendapatkan pasokan air secara gratis dari Sumber Air Bersih (SAB) yang dikelola warga setempat, meskipun ia bukan warga Jampangtengah.
Sementara mengenai kondisi kesehatan, Chairul Ichwan meluruskan informasi soal luka di bagian bokong. Berdasarkan hasil pemeriksaan pihak puskesmas, tidak ada bagian bokong yang hilang. Kondisi yang dialami Ani adalah lemahnya otot akibat jarangnya bergerak. Bahkan, Ani diketahui memiliki BPJS Mandiri yang masih aktif, sehingga akses layanan kesehatannya tetap tersedia.
Adapun soal hubungan keluarga, Camat membenarkan bahwa Ani memang tidak harmonis dengan keluarganya dan memilih tinggal di Jampangtengah, meski anak-anaknya masih berada di Kecamatan Lengkong.
“Kami tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Walaupun bukan warga kami, Alhamdulillah tetangga dan aparat setempat tetap peduli dan membantu,” pungkas Chairul Ichwan.
Pemerintah Kecamatan Jampangtengah berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran yang utuh dan berimbang kepada masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen aparat dan warga dalam membantu sesama yang membutuhkan.

