Berita SukabumiKabupaten Sukabumi

Dari Ladang ke Laboratorium Sosial: Belajar Sustainable Tourism di Hanjeli

×

Dari Ladang ke Laboratorium Sosial: Belajar Sustainable Tourism di Hanjeli

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Dari ujung selatan Sukabumi, para siswa SMAN 1 Ciracap membawa semangat belajar yang berbeda. Bukan di dalam kelas, melainkan di hamparan sawah dan ladang hanjeli tanaman khas yang kini menjadi ikon Desa Wisata Hanjeli, Kecamatan Waluran.

Setiap tahun, sekolah ini rutin mengunjungi desa wisata tersebut. Tahun ini, kunjungan mereka tidak hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga dirancang sebagai program kerja sama berkelanjutan.

Di bawah bimbingan Guru,  Beni Bunyamin, yang akrab disapa Babab, para siswa diajak menyelami lebih dalam proses edukasi hanjeli. Mulai dari cara menanam, mengolah hasil panen, hingga mengenal sistem pengelolaan desa wisata yang berbasis pada kearifan lokal.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Polres Sukabumi, Minggu 9 November 2025: Layanan di Pos Lantas Cibadak

Namun, kunjungan ke Hanjeli bukan sekadar wisata edukatif. Di sana, para siswa belajar bagaimana pemberdayaan masyarakat lokal dapat tumbuh melalui wirausaha sosial, serta bagaimana konsep Community Based Tourism (CBT) dan pariwisata berkelanjutan diterapkan dengan melibatkan seluruh elemen desa dari ibu-ibu penggerak ekonomi hingga anak-anak muda yang menjadi motor utama kegiatan.

Meski dikenal luas, ternyata sekitar 85 persen pengunjung Desa Wisata Hanjeli berasal dari luar Sukabumi. Karena itu, Babab berharap sekolah-sekolah negeri di Sukabumi bisa lebih aktif berkontribusi dalam mengenalkan pangan lokal dan menjadikannya bagian dari pembelajaran kontekstual, terutama sejalan dengan Program Panca Waluya yang mendorong karakter dan kemandirian siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari desa yang hidup dengan inovasi dan kreativitas. Di sini, mereka tidak hanya melihat, tapi juga merasakan bagaimana gotong royong dan keberlanjutan dijalankan,” ujar Babab.