Berita Sukabumi

Dessy Susilawati Minta Penanganan Komprehensif Kasus Dugaan Bullying di Sekolah

×

Dessy Susilawati Minta Penanganan Komprehensif Kasus Dugaan Bullying di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Dessy Susilawati
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dessy Susilawati saat menggelar reses di Kota Sukabumi. Foto/Istimewa

SUKABUMI — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Dessy Susilawati, menyoroti dugaan kasus perundungan yang diduga menjadi pemicu seorang pelajar di Sukabumi mengakhiri hidupnya baru-baru ini. Legislator dari Daerah Pemilihan Kabupaten Sukabumi itu meminta pemerintah daerah bergerak cepat memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban dan melakukan edukasi intensif di lingkungan sekolah.

Dessy mengatakan, kasus tersebut tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi alarm bagi semua pihak untuk kembali memperkuat pencegahan perundungan di kalangan pelajar.

“Keluarga harus mendapatkan pendampingan psikologis agar tidak semakin terpukul. Saya juga mendorong Pemda menurunkan tim ke sekolah untuk melakukan penyuluhan, pembinaan, dan penguatan pendidikan karakter,” ujar Dessy, Selasa (04/11/2025).

Baca Juga: Polisi Periksa Guru dan Teman Sekelas Siswi MTs di Cikembar yang Diduga Korban Bullying

Legislator perempuan dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang saat ini duduk di Komisi V DPRD Jabar itu menegaskan bahwa penanganan bullying tidak boleh dilakukan dengan cara menghukum pelaku secara emosional, terutama bila pelakunya masih anak-anak. Menurutnya, pendekatan harus tetap mengutamakan aspek tumbuh kembang dan kesehatan mental.

“Anak-anak yang diduga terlibat sebagai pelaku juga harus diperlakukan baik. Mereka juga harus diberi pendampingan untuk menyadari kesalahan, memperbaiki perilaku, dan tumbuh tanpa trauma baru,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Sukabumi Teken MoU dengan Kejaksaan Negeri, Siap Terapkan Pidana Kerja Sosial Mulai Januari 2026

Komisi V DPRD Jabar sendiri membidangi urusan kesejahteraan rakyat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan serta anak. Dessy menyebut, pihaknya siap mendorong sinergi program pencegahan perundungan di sekolah melalui koordinasi dengan dinas terkait.

“Sekolah harus menjadi ruang aman bagi anak-anak. Pencegahan perundungan bukan hanya soal regulasi, tapi juga pembiasaan, pengawasan, dan komunikasi yang sehat antara guru, orang tua, dan peserta didik,” ujarnya.

Dessy berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar kasus serupa tidak terulang.