SUKABUMI – Di sela rutinitas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi, relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Alfathonah Jampangkulon meluangkan waktu untuk merawat ruang kerja mereka. Kegiatan kurve serentak digelar di Dapur SPPG Ciparay, SPPG Bojonggenteng Satu, dan SPPG Bojonggenteng Dua.
Bagi para relawan, dapur bukan sekadar tempat memasak, melainkan pusat pelayanan yang setiap harinya menjadi tumpuan harapan masyarakat. Karena itu, menjaga kebersihan dapur dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab bersama, sekaligus bentuk kepedulian terhadap kualitas layanan gizi.
Kegiatan kerja bakti ini juga menjadi momen jeda dari rutinitas padat. Relawan dari berbagai titik dapur berkumpul, saling berinteraksi, dan memperkuat ikatan emosional yang selama ini terjalin melalui kerja kolektif.
Baca Juga: Dadang Hermawan: GP Ansor Harus Jadi Kekuatan Pemuda Yang Solutif dan Berdaya Saing
Admin SPPG Yayasan Alfathonah, Tresna, menyampaikan bahwa kurve memiliki makna lebih luas dari sekadar membersihkan lingkungan.
“Ketika relawan bekerja bersama tanpa sekat, di situ tumbuh rasa saling percaya. Itu penting agar pelayanan gizi berjalan konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya standar kebersihan dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Relawan diharapkan semakin sadar bahwa kualitas dapur berpengaruh langsung pada kesehatan penerima manfaat.
Kurve relawan SPPG menjadi refleksi sederhana dari semangat gotong royong yang terus dijaga Yayasan Alfathonah Jampangkulon. Dari kegiatan kecil ini, terbangun fondasi besar: relawan yang solid, dapur yang terawat, dan pelayanan gizi yang tetap berjalan optimal.

