SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi memastikan kelanjutan penanganan medis bagi Silvi, siswa SD pengidap Penyakit Jantung Bawaan (PJB) asal Kampung Cimaja Girang, Cikakak. Setelah sempat terhambat akibat keterbatasan ekonomi dan kondisi kesehatan ibunya, proses rujukan kini akan kembali dipulihkan dengan pendampingan penuh.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan komitmen pemkab dalam menangani kasus ini. “Dari awal juga sudah ditangani oleh teman-teman Puskesmas. Tahun 2024 anak tersebut didiagnosa penyakit jantung bawaan dan langsung dilakukan rujukan bertahap,” jelasnya.
Berdasarkan catatan medis, pemantauan terhadap Silvi telah dilakukan sejak ia berusia 6 bulan saat berat badannya tidak mengalami kenaikan signifikan. Proses rujukan sebelumnya sempat menjangkau RSUD Palabuhanratu, RSUD Sekarwangi, hingga RSHS Bandung. Sayangnya, rujukan terakhir tidak dapat dilanjutkan karena kendala biaya.
Baca Juga: Pengakuan Korban Begal di Cikembar Sukabumi: Kaget Bertemu Pelaku, Sama-sama Terkapar di Rumah Sakit
Di tahun 2024, Silvi kembali mendapatkan perhatian melalui bantuan dari Rumah Teduh, yang memungkinkan dilakukannya rujukan lanjutan hingga ke RS Harapan Kita Jakarta. Selama satu bulan, ia menjalani serangkaian pemeriksaan medis. Namun, jadwal kontrol terpaksa tertunda karena ibunya harus dirawat akibat komplikasi diabetes.
Menyikapi hal ini, Masykur bersama jajaran terkait melakukan kunjungan langsung ke kediaman Silvi. “Pasien anak tersebut ternyata sudah dijamin BPJS dan aktif. Insya Allah pengobatannya tidak ada masalah,” ungkapnya.
Pemerintah daerah berkomitmen menanggung biaya operasional rujukan, akomodasi pendamping, serta memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
Baca Juga: Ruang Kelas MTs Nurul Hasanah Terbakar, Aktivitas Belajar 348 Siswa Terganggu
Puskesmas Cikakak telah mengaktifkan kembali koordinasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah desa, kader kesehatan, dan Forkopimcam. Proses pendampingan administrasi dan medis akan terus berjalan hingga Silvi dapat menerima penanganan di rumah sakit rujukan nasional.

