SUKABUMI – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Jampangkulon masih menghadapi tantangan teknis di lapangan. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar Koramil 2213 Jampangkulon pada Rabu, 7 Januari 2026, terkait pemerataan penerima manfaat program strategis nasional tersebut.
Rakor ini menjadi ruang klarifikasi atas munculnya ketimpangan data penerima manfaat akibat proses transisi antara dapur lama dan dapur baru penyedia MBG. Salah satu persoalan utama yang mencuat adalah dapur baru yang telah mengajukan pendaftaran dan menjalani proses verifikasi administrasi, namun belum melakukan pengecekan langsung terhadap KPM (Kartu Program Makan Bergizi).
Akibatnya, muncul potensi tumpang tindih penerima serta kekhawatiran tidak meratanya distribusi manfaat, khususnya bagi anak sekolah dan kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Baca Juga: Panen Raya Jadi Momentum Evaluasi, Jampangkulon Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Wilayah
Dipimpin oleh Pasi Intel Kodim 0622 Sukabumi, Kapten Arh Ari Setiawan, rakor ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan koordinasi lintas pihak. Melalui forum tersebut, kesalahpahaman antara pengelola dapur lama dan dapur baru berhasil diselesaikan secara musyawarah.
“Hasil kesepakatan bersama memastikan pembagian KPM dilakukan secara adil dan proporsional, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dan penerima manfaat tetap tepat sasaran,” ungkap Kapten Ari.
Lebih dari sekadar pembagian kuota, rakor ini menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran dan dapur penyedia, tetapi juga pada ketepatan data, transparansi, serta pengawasan berkelanjutan di tingkat lokal.
Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan gizi dan kualitas sumber daya manusia. Di Jampangkulon, rakor ini menjadi contoh bahwa pengawalan program di lapangan membutuhkan kepekaan sosial, sinergi, dan kesiapan menghadapi dinamika nyata masyarakat.

