Kabupaten Sukabumi

DLH Pastikan Layanan Pengangkutan Sampah Berjalan Normal Selama Libur Nataru

×

DLH Pastikan Layanan Pengangkutan Sampah Berjalan Normal Selama Libur Nataru

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memastikan layanan pengangkutan sampah tetap berjalan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terjadi peningkatan volume sampah di sejumlah kawasan, terutama wilayah wisata. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengonfirmasi hal tersebut pada Jumat (2/1/2026).

“Pengangkutan persampahan intinya tidak ada masalah karena sudah berjalan sesuai jalur pelayanan,” kata Dede. Ia mengakui, meskipun sempat terjadi penumpukan di beberapa titik, hal itu disebabkan oleh fluktuasi volume sampah yang sulit diprediksi, bukan karena gangguan pada sistem pelayanan.

Namun, Dede Jaenudin menyatakan bahwa tantangan dalam pelayanan persampahan masih ada. Keterbatasan armada, sumber daya manusia (SDM), serta anggaran dinilai belum sebanding dengan luas wilayah dan pertumbuhan jumlah penduduk di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: 4 Orang Korban Pembacokan di Dekat Balai Kota Sukabumi Dilarikan Ke IGD, Satu Diantaranya Jari Hampir Putus

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah selama masa liburan, DLH menerapkan strategi sinergi dengan pengelola dan pelaku usaha di kawasan wisata. Pengelola diminta aktif melakukan sosialisasi kepada pengunjung mengenai penempatan Tempat Penampungan Sementara (TPS), pengemasan sampah dalam karung atau kantong plastik, serta pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Selama libur Nataru, DLH tidak menambah armada pengangkut utama, tetapi melakukan pengondisian layanan dengan memprioritaskan kawasan wisata. Upaya ini diperkuat dengan bantuan satu unit armada truk dari Bank BJB yang digunakan khusus untuk penyapuan sampah di lokasi-lokasi wisata. “Alhamdulillah, dengan dukungan tersebut kondisi persampahan di kawasan wisata dapat tertangani dengan cukup kondusif,” ujar Dede.

DLH berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada momen-momen dengan kunjungan wisatawan yang tinggi seperti libur Nataru.