SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mematangkan rencana pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana dengan dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Sukabumi. Program ini menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa lembaga legislatif siap mengawal seluruh proses pembangunan hunian tetap agar berjalan transparan dan tepat sasaran. Menurutnya, hunian tetap bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Yang dibangun bukan hanya rumah, tetapi juga rasa aman dan kepastian hidup masyarakat. Karena itu, DPRD mendukung langkah pemerintah daerah yang menggandeng dunia usaha dalam program ini,” ujar Budi.
Baca Juga: Polres Sukabumi Buka Layanan SIM Keliling di Cikembar, Ini Jadwal dan Syaratnya
Berdasarkan perencanaan pemerintah daerah, sebanyak 166 unit hunian tetap akan dibangun di dua lokasi, yakni Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, dan Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung. Setiap unit rumah dirancang berdiri di atas lahan sekitar 60 meter persegi dengan luas bangunan kurang lebih 36 meter persegi.
Komitmen dunia usaha untuk terlibat dalam pembangunan hunian tetap tersebut mengemuka dalam pertemuan peningkatan sinergitas perencanaan penanggulangan bencana yang digelar di Sulanjana. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menyampaikan bahwa hasil pertemuan menunjukkan dukungan konkret dari sektor swasta.
“Beberapa perusahaan sudah menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi langsung bersama pemerintah daerah dalam pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana,” kata Ade.
Baca Juga: BMKG : Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Provinsi Banten Periode 23–27 Januari 2026
Ia menambahkan, desain bangunan hunian tetap telah disiapkan dan saat ini pemerintah daerah tengah merampungkan aspek teknis lainnya agar pembangunan dapat segera dimulai.
Sementara itu, Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, mengapresiasi kepedulian dunia usaha yang terlibat dalam program kemanusiaan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan pengusaha menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.
“Terima kasih atas kepedulian para pengusaha yang turut membantu masyarakat terdampak bencana. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata semangat gotong royong,” ucap Asep.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap pembangunan hunian tetap ini dapat segera terealisasi dan menjadi titik awal kebangkitan kehidupan masyarakat pascabencana.

