Jawa Barat

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 Persen, Dedi Mulyadi Sebut Kesempatan Kerja Mulai Meningkat

×

Ekonomi Jabar Tumbuh 5,89 Persen, Dedi Mulyadi Sebut Kesempatan Kerja Mulai Meningkat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Instagram/dedimulyadi71)

JAWA BARAT – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyambut positif pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,89 persen pada triwulan III 2026. Peningkatan tersebut dinilai mulai berdampak terhadap terbukanya kesempatan kerja dan meningkatnya penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Dedi mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang positif turut diikuti dengan penurunan angka pengangguran di Jawa Barat. Meski demikian, ia mengakui masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Kesempatan kerjanya juga mulai meningkat, serapan kerja sudah mulai meningkat, angka pengangguran turun walaupun pasti yang nganggur masih banyak,” ujar Dedi, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga : Resep Tumis Daun Pepaya Teri Medan, Gurih dan Pedasnya Bikin Nambah Nasi!

Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 5,89 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,47 persen.

Menurut Dedi, peningkatan penyerapan tenaga kerja dan penurunan angka pengangguran menjadi perkembangan positif yang patut disyukuri. Namun, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Sejumlah Sektor Jadi Penopang Ekonomi Jawa Barat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2026 ditopang oleh sejumlah lapangan usaha.

Baca Juga : Resep Steam Ikan Dori yang Gurih dan Nikmat, Begini Cara Membuatnya

Beberapa sektor mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi, terutama akomodasi dan makan minum, administrasi pemerintahan, serta transportasi dan pergudangan.

Berikut rincian pertumbuhan sejumlah sektor ekonomi Jawa Barat:

  • Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 14,54 persen.
  • Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 14,46 persen.
  • Transportasi dan pergudangan tumbuh 13,61 persen.
  • Jasa lainnya tumbuh 12,18 persen.
  • Konstruksi tumbuh 9,10 persen.
  • Industri pengolahan tumbuh 4,98 persen.
  • Perdagangan tumbuh 4,13 persen.

Dedi menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kontribusi berbagai elemen masyarakat yang selama ini ikut menggerakkan perekonomian Jawa Barat.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para pedagang, pengusaha, pekerja, petani, nelayan, hingga jajaran pemerintahan di tingkat daerah.

“Saya ucapkan terima kasih pada seluruh warga Jabar, para pedagang, para pengusaha, para pekerja, petani, nelayan, dari mulai RT sampai bupati wali kota,” katanya.

Pemerataan Kesejahteraan Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Meski pertumbuhan ekonomi Jawa Barat menunjukkan tren positif, Dedi mengingatkan bahwa masih banyak persoalan pembangunan yang perlu diselesaikan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menurutnya, harus terus berupaya memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pemerataan kesempatan kerja.

Ia juga mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan di Jawa Barat.

“Saya meyakini bahwa pembangunan di Jawa Barat masih banyak kekurangannya. Untuk itu mohon dimaafkan atas kekurangan-kekurangan kami,” ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,89 persen diharapkan tidak hanya menjadi catatan positif secara statistik, tetapi juga mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Jawa Barat.(**)