SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi memperkuat daya saing pelaku UMKM di sektor pangan dan peternakan sebagai strategi menghadapi pemangkasan anggaran sebesar Rp159 miliar pada 2026 mendatang. Langkah konkret dilakukan melalui Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan di Kawasan Agribisnis Cikundul, Lembursitu, Senin (24/11/2025).
Sebanyak 40 pelaku UMKM mengikuti pelatihan pembuatan abon daging sapi dan ayam yang menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengolahan Daging Hewan. Rifki selaku panitia menjelaskan.
“Tujuannya agar UMKM ini naik kelas dan bisa memproduksi abon sendiri, bukan lagi mengambil produk orang lain,” ujar Rifki, Panitia Pelatihan.
Baca Juga: PGRI Jampangkulon Gelar Karnaval Akbar Peringati HUT ke-80, Ribuan Peserta Padati Jalanan
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan pentingnya kemandirian fiskal dalam arahannya. Hal tersebut perlu terwujud, terlebih Kota Sukabumi turut terdampak pemangkasana dana dari pusat.
“Tahun depan kita harus mulai membangun kemandirian fiskal karena anggaran dipangkas Rp159 miliar. Dengan melihat potensi PDRB, peningkatan PAD semestinya bisa diimplementasikan,” tegasnya.
Bobby memaparkan data ekonomi dimana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Sukabumi mencapai Rp15,3 triliun dengan pendapatan per kapita sekitar Rp20 juta pada 2024. Ia menekankan bahwa sektor pangan dan peternakan menjadi kekuatan besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: Anggaran Rp3,9 Miliar untuk Gapura Gedung Sate Dikritik, Lebih Penting Selamatkan Situs Budaya Sunda
Wakil Wali Kota juga mendorong transformasi digital dalam pemasaran produk UMKM. UKM harus mengikuti zaman agar tidak tertinggal.
“Manfaatkan platform digital, ciptakan jenama/branding produk, dan kemas produk agar dikenal masyarakat. Transformasi digital itu keharusan,” imbuhnya.
Pelatihan pengolahan hasil ternak seperti abon dinilai memiliki prospek cerah karena nilai tambah tinggi, daya simpan lama, dan pasar yang luas. Bobby berharap peserta mampu mengembangkan usaha rumahan menjadi bisnis kuliner berkelanjutan dengan dukungan pemkot melalui pendampingan, pelatihan lanjutan, dan akses permodalan.
Kegiatan ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mendorong pelaku usaha lokal naik kelas dan berkontribusi terhadap peningkatan PAD di tengah tantangan anggaran yang semakin ketat.

