SUKABUMI – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, berlangsung meriah di Lapangan Desa Gunungbatu, Kamis (22/10/2026). Sekitar 4.000 peserta dari berbagai desa memadati kegiatan yang memadukan tradisi keagamaan, budaya lokal, kuliner khas, dan kebersamaan masyarakat.
Sejumlah kegiatan menjadi daya tarik dalam peringatan tahun ini. Mulai dari lomba nasi liwet seribu kastrol, penyajian 1.448 kelapa muda, hingga Festival Seribu Rebana yang menghadirkan nuansa religius di tengah masyarakat.
Perayaan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan kalangan pesantren, tetapi juga ruang pertemuan masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Ciracap untuk memperlihatkan potensi wilayah masing-masing.
Baca Juga: Je Maintiendrai, Aku Akan Mempertahankan!
Lomba nasi liwet menjadi salah satu kegiatan yang menyita perhatian. Setiap desa menyajikan nasi liwet dengan aneka lauk, sayuran, dan hasil bumi setempat. Sajian tersebut sekaligus menggambarkan kekayaan kuliner serta budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat.
Selain itu, lantunan rebana yang menggema di lapangan menambah semarak peringatan Hari Santri. Rangkaian acara juga diisi pawai atau defile peserta, apel peringatan, berbagai perlombaan, serta pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dari tim Puskesmas Ciracap.

Panglima Santri Kecamatan Ciracap yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Dadang Hermawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti peringatan Hari Santri tahun ini.
Menurutnya, pelaksanaan HSN 2026 dinilai lebih semarak dan tertata dibandingkan tahun sebelumnya. Kehadiran festival dan defile peserta menjadi bagian dari upaya menghadirkan perayaan yang lebih menarik sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Alhamdulillah, peserta yang hadir sekitar 4.000 orang dan mengikuti berbagai perlombaan. Yang unik tahun ini, ada sajian 1.448 kelapa muda, kemudian penampilan seribu rebana. Ini menjadi sesuatu yang istimewa dalam perayaan Hari Santri di Kecamatan Ciracap,” ujar Dadang, Kamis (22/10/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran TNI-Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga pemerintah desa.

Dadang menilai kolaborasi berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan peringatan Hari Santri sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Baca Juga: DP3A Sukabumi Telusuri Dugaan Pelecehan Murid SD di Cibadak
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Ciracap, Badrudin, mengatakan kegiatan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai peringatan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat dari delapan desa.
“Alhamdulillah, kegiatan Gebyar Hari Santri tahun ini dapat terlaksana dengan meriah berkat dukungan berbagai pihak. Kami ingin menjadikan momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga ruang untuk memperkuat persatuan, menjaga tradisi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Badrudin.
Peringatan HSN di Kecamatan Ciracap sendiri telah diprogramkan sebagai agenda tahunan yang pelaksanaannya bergilir di desa-desa. Tahun ini, Desa Gunungbatu menjadi tuan rumah kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Di tengah kemeriahan acara, peringatan Hari Santri tetap membawa pesan tentang pentingnya menjaga nilai keagamaan, tradisi, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui perpaduan nasi liwet, kelapa muda, dan lantunan rebana, perayaan tersebut memperlihatkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga identitas budaya di wilayah Ciracap.

