Berita Utama

Hujan Beracun Ancam Warga Iran Pasca As-Israel Serang Kilang Minyak

×

Hujan Beracun Ancam Warga Iran Pasca As-Israel Serang Kilang Minyak

Sebarkan artikel ini

TEHERAN – Ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan mengalami fenomena hujan beracun setelah serangan udara yang menghantam sejumlah fasilitas minyak di wilayah tersebut. Serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel itu memicu kebakaran besar di kilang dan tempat penyimpanan minyak.

Akibat ledakan tersebut, langit Teheran diselimuti awan hitam pekat yang kemudian diikuti turunnya hujan yang diduga mengandung zat berbahaya.

Penjelasan mengenai potensi terbentuknya hujan asam akibat serangan militer ini disampaikan oleh News18, saluran berita berbahasa Inggris di India yang bermitra dengan CNN International.

Bulan Sabit Merah Iran mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terkait potensi hujan yang berisiko bagi kesehatan. Lembaga kemanusiaan tersebut menyebut hujan yang turun berpotensi memiliki tingkat keasaman tinggi.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1

Mereka memperingatkan warga tentang hujan yang disebut “berbahaya” dan bahkan “sangat asam”.

Menurut laporan tersebut, ledakan fasilitas penyimpanan minyak menyebabkan pelepasan berbagai zat kimia berbahaya ke atmosfer.

Bulan Sabit Merah Iran menyebut ledakan itu telah mengeluarkan “sejumlah besar senyawa hidrokarbon beracun, sulfur, dan nitrogen oksida” ke udara.

Otoritas setempat kemudian meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga juga disarankan tetap berada di dalam rumah serta menghindari penggunaan pendingin udara agar tidak menghirup partikel beracun yang mungkin terbawa udara.

Baca Juga: Komdigi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos dan Roblox

Fenomena hujan asam sendiri dapat terjadi ketika gas sulfur dioksida dan nitrogen oksida masuk ke atmosfer. Kedua senyawa tersebut kemudian bereaksi dengan air dan oksigen di udara sehingga membentuk asam sulfat dan asam nitrat.

Saat larutan asam itu bercampur dengan awan, presipitasi yang turun dapat memiliki tingkat keasaman lebih tinggi dibanding hujan normal.

Dalam kondisi tertentu, serangan militer terhadap fasilitas industri seperti kilang minyak atau pabrik kimia dapat memicu fenomena tersebut secara tiba-tiba.

Berbeda dengan hujan asam yang terbentuk akibat polusi industri selama puluhan tahun, hujan asam yang dipicu oleh perang biasanya terjadi secara mendadak dan memiliki intensitas lebih tinggi.

Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei yang Dibunuh Israel dan Amerika Adalah Cucu ke-38 Nabi Muhammad

Selain berpotensi membahayakan kesehatan manusia, hujan asam juga dapat merusak ekosistem. Paparan polutan tersebut dapat memicu gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis, serta merusak vegetasi dan mencemari sumber air.

Fenomena serupa pernah terjadi dalam sejarah konflik dunia. Pada Perang Teluk tahun 1991, pembakaran lebih dari 600 sumur minyak di Kuwait menghasilkan asap tebal yang melepaskan sekitar 24.000 ton sulfur dioksida setiap hari.

Asap tersebut kemudian memicu hujan asam dan menyebarkan awan jelaga hingga ribuan kilometer, bahkan berdampak ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Eropa.