SUKABUMI — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah sekitar Sungai Cipamuruyan sejak Sabtu (7/2/2026) siang menyebabkan aliran sungai meluap dan merendam permukiman warga di Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Luapan air sungai tersebut mengakibatkan sedikitnya 17 rumah warga di Kampung Pamuruyan terendam banjir. Selain rumah tinggal, sejumlah fasilitas umum, termasuk sarana keagamaan, turut terdampak dan dipenuhi lumpur akibat derasnya aliran air.
Warga setempat, Andri Koswara, membenarkan bahwa hujan deras yang turun sejak pukul 12.00 WIB menjadi penyebab utama terjadinya banjir di wilayah tersebut.
Baca Juga: Dadang Hermawan: GP Ansor Harus Jadi Kekuatan Pemuda Yang Solutif dan Berdaya Saing
“Penyebabnya hujan deras sejak pukul 12.00 WIB, sehingga debit Sungai Cipamuruyan meluap ke permukiman,” ujarnya.
Ia menyebutkan sekitar 17 rumah terdampak genangan air. Meski demikian, warga tidak sampai mengungsi karena kondisi air mulai berangsur surut.
“Sepertinya sudah mulai surut. Parit di lokasi kecil, sementara hujannya besar,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan tokoh masyarakat setempat, Andriana. Menurutnya, hujan yang berlangsung selama beberapa jam membuat Sungai Cipamuruyan tidak mampu menampung debit air.
Baca Juga: Bupati Cup 2026, Arena Uji Mental Bukan Sekadar Berburu Gelar
“Intensitas hujan yang sangat tinggi dari pukul 12.00 hingga sore hari mengakibatkan Sungai Cipamuruyan meluap ke pemukiman warga,” tuturnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga bergotong royong membersihkan sisa lumpur secara mandiri. Dengan peralatan seadanya, warga mengeruk material lumpur yang masuk ke dalam rumah agar tidak mengeras.
Andriana menambahkan, banjir kali ini dinilai lebih besar dibandingkan kejadian serupa dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, genangan air turut merendam sarana ibadah di lingkungan tersebut.
“Minggu-minggu sebelumnya banjir hanya sedikit, tapi hari ini debit air cukup besar dan deras,” ungkapnya.
Baca Juga: Ketua Bapem Perda DPRD Kota Sukabumi Inggu Sudeni Nilai MoU Pemkot–BWI Jawab Polemik Wakaf
Warga berharap adanya bantuan alat penyedot air dari instansi terkait untuk mempercepat penanganan genangan. Selain itu, mereka juga menginginkan solusi jangka panjang berupa normalisasi sungai dan perbaikan drainase agar banjir tidak terus berulang saat musim hujan.

