Sukabumi

Iman Adinugraha Apresiasi Arul Ramadani, Pelukis Disabilitas Sukabumi Peraih Juara Nasional

×

Iman Adinugraha Apresiasi Arul Ramadani, Pelukis Disabilitas Sukabumi Peraih Juara Nasional

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Sosok inspiratif datang dari Arul Ramadani, siswa SLB Negeri Mutiara Bahari di Kampung Cipatuguran, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Meski menyandang disabilitas (tuna rungu dan tuna wicara), Arul berhasil mengukir prestasi luar biasa sebagai Juara Pertama Lomba Melukis Tingkat Nasional.

Putra dari keluarga nelayan itu membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Lewat karya lukisnya yang sarat makna, Arul membawa harum nama Sukabumi di tingkat nasional dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Prestasi gemilang tersebut menarik perhatian Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Iman Adinugraha, yang secara khusus mengundang Arul ke Rumah Aspirasi Iman Adinugraha di Kampung Jamban, Palabuhanratu.

Dalam pertemuan penuh kehangatan itu, Iman memberikan uang pembinaan sebesar Rp5 juta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan semangat juang Arul.

“Saya ucapkan selamat kepada Arul atas prestasinya yang membanggakan. Semoga bantuan pembinaan ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bakatnya. Saya doakan Arul terus berprestasi dan tidak menyerah meski memiliki keterbatasan,” ujar Iman.

Tak hanya memberikan apresiasi kepada Arul, Iman juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru pembina SLB Negeri Mutiara Bahari, terutama Trisno dan Salis Fawzia, yang dengan penuh dedikasi membimbing para siswa disabilitas hingga mampu meraih prestasi nasional.

“Guru seperti mereka adalah pahlawan sejati. Dengan segala keterbatasan fasilitas, mereka tetap sabar dan konsisten mendampingi siswanya. Dari tangan mereka lahir anak-anak luar biasa seperti Arul,” tutur Iman.

Lebih lanjut, Iman menegaskan bahwa keberhasilan Arul bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga potensi besar bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah.

“Karya Arul punya nilai ekonomi dan bisa menjadi jalan menuju kemandirian. Saya berharap kisahnya bisa menginspirasi anak-anak lain untuk berani berkarya,” tambahnya.

Sementara itu, Salis Fawzia, guru pembina Arul, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan penghargaan yang diberikan oleh Iman Adinugraha.

“Alhamdulillah, perhatian seperti ini membuat anak-anak disabilitas merasa dihargai dan termotivasi. Ini bukan hanya hadiah, tapi bentuk pengakuan atas kerja keras mereka,” ujarnya.

Salis berharap Arul terus mengasah kemampuannya dan menjadikan melukis sebagai jalan hidup serta sumber rezeki.

“Arul sudah membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Dengan dukungan semua pihak, anak-anak disabilitas bisa berdiri sejajar dan berprestasi,” tutupnya. (Ky)