SUKABUMI – Karang Taruna Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, menginisiasi langkah pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyebarkan kuesioner kepuasan kepada penerima manfaat di wilayahnya. Link kuesioner di akhir berita.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Jampangkulon, Muhammad Iqbal, mengatakan pengumpulan pendapat warga dilakukan untuk memastikan program pemerintah tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh kelompok sasaran, mulai dari anak PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.
Menurut Iqbal, pengawasan publik penting dilakukan karena anggaran program MBG berasal dari pajak masyarakat dan realokasi sejumlah pos belanja negara. Ia menilai partisipasi warga dapat menjadi pengingat agar pelaksanaan program tetap sesuai aturan dan tidak menyimpang dari tujuan awal.
Baca Juga: 25 Bangunan Terdampak Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi, Tenda Pengungsi Dipasang
Ia menyampaikan bahwa pihaknya ingin memastikan makanan yang diterima penerima manfaat memenuhi standar gizi dan kebersihan. Iqbal menegaskan, meskipun program ini memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka stunting, akuntabilitas penggunaan anggaran tetap harus dijaga. Ia menyebut,
“Tujuan program ini baik, tetapi karena dananya berasal dari masyarakat, kami merasa berkewajiban ikut mengawasi agar makanan yang dibagikan benar-benar layak, bergizi, dan sesuai SOP yang ditetapkan,” ujar Iqbal dalam keterangan yang diterima redaksi sukabumiku.id, Sabtu (28/02/2026).
Kuesioner yang disebarkan Karang Taruna memuat pertanyaan seputar dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kualitas pelayanan, kebersihan proses penyajian, hingga keseimbangan gizi menu makanan yang dibagikan.
Baca Juga: Media Iran Sebut Serangan AS dan Israel Tewaskan 40 Anak Sekolah
Pengurus Karang Taruna Desa Cikarang, Kecamatan Jampangkulon, Asep Husna, menjelaskan bahwa format kuesioner dibuat sederhana agar mudah dipahami dan diisi oleh penerima manfaat, pihak sekolah, maupun lembaga terkait.
Asep menyebutkan bahwa masukan dari warga diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang kondisi di lapangan. Ia mengatakan pihaknya ingin mengetahui langsung apakah makanan yang diterima anak-anak memiliki rasa yang layak, porsi yang cukup, tampak bersih, serta mengandung gizi seimbang. Selain itu, Karang Taruna juga menanyakan dampak program terhadap semangat belajar anak dan keringanan beban orang tua.
“Kami ingin mendengar langsung dari penerima manfaat, apakah program ini benar-benar membantu dan dirasakan dampaknya oleh keluarga,” ujarnya.
Baca Juga: Perluasan Rute KRL ke Sukabumi Dipercepat, Danantara Siapkan Rp50 Triliun
Hasil kuesioner tersebut akan dihimpun sebagai bahan evaluasi internal Karang Taruna Kecamatan Jampangkulon. Temuan di lapangan rencananya akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait sebagai masukan untuk perbaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di tingkat kecamatan.
Karang Taruna berharap pengawasan partisipatif ini dapat memperkuat peran masyarakat dalam mengawal program publik. Selain memastikan manfaat MBG dirasakan langsung oleh penerima, keterlibatan warga dinilai penting agar tujuan peningkatan gizi dan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai secara nyata di tingkat desa dan kecamatan.
Bagi anda yang ingin mengikuti kuesioner, klik link berikut (link kuesioner MBG).

