SUKABUMI – Jengkol (Archidendron pauciflorum) memang sering jadi bahan perbincangan ada yang menggemarinya karena aroma dan rasanya yang khas, tapi tak sedikit pula yang menghindarinya. Terlepas dari baunya yang menyengat, jengkol ternyata memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam 100 gram jengkol, terkandung sejumlah nutrisi penting, di antaranya:
- Protein: Membantu membentuk dan memperbaiki jaringan tubuh.
- Serat: Baik untuk pencernaan dan mencegah sembelit.
- Vitamin C: Berperan sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
- Kalsium & Fosfor: Penting untuk kesehatan tulang dan gigi.
- Zat Besi: Membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
- Karbohidrat: Sumber energi bagi tubuh.
Baca Juga : Fenomena Emas di Sungai Eufrat, Penduduk Raqqa Berburu Harta Karun
Selain itu, lalapan ini juga mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tannin yang memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa-senyawa ini berpotensi mendukung kesehatan jantung, mengontrol kadar gula darah, dan menjaga fungsi ginjal (jika dikonsumsi dengan bijak).
Meski begitu, jengkol juga mengandung asam jengkolat yang dapat membentuk kristal dan berisiko mengganggu saluran kemih, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau pada individu dengan riwayat gangguan ginjal. Oleh karena itu, konsumsi lalapan ini sebaiknya dalam jumlah wajar dan disertai dengan cukup air putih.
Dengan porsi yang tepat, lalapan ini bisa menjadi makanan tradisional yang bukan hanya lezat bagi penggemarnya, tapi juga memberi manfaat kesehatan. Jadi, jangan buru-buru antipati yang penting, nikmati secukupnya dan perhatikan kondisi tubuh Anda.(Sei)

