SUKABUMI – Setelah sebelumnya beredar informasi kebakaran fiktif di media sosial, peristiwa kebakaran rumah yang sebenarnya terjadi di Kecamatan Waluran akhirnya terkonfirmasi. Sebuah rumah milik Bapak Agus di Kampung Giriasih, RT 19/03, Desa Waluranmandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terbakar pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 12.45 WIB. Kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik.
Danpos Damkar Pos X Jampangkulon, Lelan Priatman, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat asap tebal keluar dari bagian atap rumah korban. Api kemudian dengan cepat membesar dan melalap bagian dapur serta ruang utama rumah.
“Api cepat membesar karena material rumah sebagian besar dari kayu. Warga sempat berupaya memadamkan dengan alat seadanya sebelum petugas tiba,” ujar Lelan.
Petugas Damkar Pos X Jampangkulon menerima laporan dan langsung menuju lokasi kejadian. Unit pemadam tiba sekitar 10 hingga 15 menit kemudian dan berhasil menjinakkan api sepenuhnya pada pukul 13.15 WIB.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, rumah korban mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian struktur kayu dan atap bangunan. Proses pemadaman sempat mengalami hambatan akibat kondisi akses jalan menuju lokasi kejadian yang rusak.
“Akses jalan menuju lokasi masih berupa koral batu, belum diaspal dan kondisinya rusak, sehingga cukup menghambat mobilisasi armada,” ungkap Lelan.
Ia pun berharap adanya perhatian dari pemerintah desa dan pihak terkait untuk perbaikan infrastruktur jalan demi kelancaran pelayanan darurat di masa mendatang.
Baca Juga: Innalillahi! Pemotor Tewas Tergilas Truk Usai Tabrak Angkot di Jalan Segog Sukabumi
“Kami mohon pemerintah desa terkait untuk memperbaiki jalan tersebut guna kenyamanan dan keselamatan warga masyarakat,” tambahnya.
Pihak-pihak yang terlibat dan hadir di lokasi kejadian antara lain Damkar Pos X Jampangkulon, warga sekitar, Babinsa Koramil 2214 Surade, Pemerintah Desa Waluranmandiri, serta Tim Kesehatan Puskesmas Waluran. Hingga saat ini, tafsiran nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.

