JAKARTA – Sebuah kafe inklusif bernama Sunyi Coffee menjadi sorotan publik karena konsistensinya memberdayakan penyandang disabilitas sebagai bagian utama dalam operasional usaha. Berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kafe ini telah beroperasi sejak April 2019 dan terus berkembang hingga saat ini.
Kafe tersebut mempekerjakan penyandang disabilitas, khususnya teman tuli, sebagai barista maupun karyawan. Dalam aktivitas sehari-hari, komunikasi antara karyawan dan pengunjung kerap menggunakan bahasa isyarat, menciptakan pengalaman yang berbeda sekaligus edukatif bagi masyarakat.
Latar belakang berdirinya kafe ini tidak lepas dari kondisi sosial di Indonesia, di mana penyandang disabilitas masih kerap mengalami kesulitan dalam memperoleh pekerjaan.
Berangkat dari hal tersebut, pendirinya menghadirkan konsep usaha yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga memiliki misi sosial untuk membuka peluang kerja yang setara dan menghapus stigma terhadap kaum difabel.
Konsep kafe inklusif ini sendiri telah dirancang sejak tahun 2016. Awalnya, gagasan tersebut sempat diragukan dan dianggap terlalu idealis. Namun, melalui proses riset dan pengembangan yang matang, konsep bisnis sosial berbasis pemberdayaan ini akhirnya berhasil diwujudkan.
Sejak resmi berdiri pada 2019, kafe ini perlahan menarik perhatian publik. Tidak hanya karena konsepnya yang unik, tetapi juga karena nilai kemanusiaan yang diusung.
Baca Juga: Fakta Perselingkuhan Viral di Pantai Palabuhanratu, Terbongkar dari Video di Media Sosial
Pengunjung tidak sekadar datang untuk menikmati kopi, tetapi juga belajar memahami cara berinteraksi dengan penyandang disabilitas.
Kini, kafe tersebut dikenal luas sebagai simbol kesetaraan dan inklusivitas. Kehadirannya diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pelaku usaha untuk membuka peluang serupa, sehingga penyandang disabilitas memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang di dunia kerja.

