Politik

Komisi IX DPR Dorong Program ‘1 Puskesmas 1 Psikolog’, Krisis Kesehatan Mental Dinilai Makin Mengkhawatirkan

×

Komisi IX DPR Dorong Program ‘1 Puskesmas 1 Psikolog’, Krisis Kesehatan Mental Dinilai Makin Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi XI DPR Sihar Sitorus. Foto: Dok.Fraksi PDIP

JAKARTA – Komisi IX DPR RI mendorong pemerintah menghadirkan minimal satu psikolog di setiap puskesmas sebagai langkah memperkuat layanan kesehatan mental masyarakat. Usulan itu muncul di tengah meningkatnya jumlah warga Indonesia yang mengalami gangguan mental emosional dan depresi.

Dilansir dari Rmol.id, anggota Komisi IX DPR RI, Sihar Sitorus, mengatakan persoalan kesehatan jiwa di Indonesia telah berkembang menjadi krisis yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

“Lebih dari 19 juta penduduk Indonesia usia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental emosional,” kata Sihar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA: Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Hambalang, Soroti Pendidikan hingga Stabilitas Nasional

Selain itu, sekitar 12 juta penduduk lainnya disebut mengalami depresi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih lemahnya sistem layanan kesehatan mental di Indonesia.

“Mereka tumbuh dalam sistem yang belum menyiapkan layanan yang memadai,” ujarnya.

Sihar menilai kebijakan yang mengabaikan kesehatan mental akan meninggalkan dampak sosial jangka panjang, terutama bagi generasi muda. Ia juga menyoroti rendahnya akses masyarakat terhadap layanan konseling dan penanganan kesehatan jiwa.

Berdasarkan data yang disampaikan, hanya sekitar 2,6 persen remaja dengan masalah kesehatan mental yang mengakses layanan konseling atau fasilitas kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir.

BACA JUGA: Diskusi Parlemen di Kampus, Upaya Dekatkan DPR dengan Mahasiswa Tuai Apresiasi

“Artinya, dari jutaan remaja yang membutuhkan pertolongan, hampir semuanya belum terjangkau sistem,” tegas politisi PDI Perjuangan
tersebut.

Ia menambahkan, dengan jumlah lebih dari 10.292 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi, program “1 Puskesmas 1 Psikolog” dinilai realistis untuk diterapkan secara bertahap.

“Program ini bukan ide yang sulit. Ini soal keputusan kebijakan yang selama ini belum diambil,” katanya.