Berita UtamaNasional

Konflik Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1

×

Konflik Timur Tengah Memanas, Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1

Sebarkan artikel ini
Pasukan TNI. Foto: Dok Setneg
Pasukan TNI. Foto: Dok Setneg

JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan seluruh jajaran Tentara Nasional Indonesia untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan menetapkan status siaga tingkat 1. Langkah ini diambil sebagai upaya mengantisipasi perkembangan situasi global, terutama konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah.

Instruksi tersebut tertuang dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 yang ditandatangani oleh Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Perintah tersebut berlaku sejak tanggal diterbitkan dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah membenarkan adanya telegram tersebut. Ia menjelaskan bahwa kesiapsiagaan TNI merupakan bagian dari tugas utama militer dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.

Baca Juga: Update Tanah Bergerak di Bantargadung Sukabumi: 134 KK Terdampak, 407 Warga Mengungsi

Menurut Aulia, TNI memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh wilayah dan rakyat Indonesia dari berbagai ancaman. “Sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara,” ujar Aulia dilansir dari Kompas, Minggu (08/03/2026).

Dalam dokumen telegram yang beredar, Panglima TNI memberikan sejumlah instruksi kepada satuan di lingkungan TNI. Salah satunya adalah meminta Panglima Komando Utama Operasi TNI untuk menyiagakan personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Selain itu, satuan TNI juga diminta meningkatkan patroli di berbagai objek vital strategis dan pusat aktivitas ekonomi. Lokasi yang menjadi fokus pengamanan meliputi bandara, pelabuhan laut dan sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga fasilitas penting seperti kantor perusahaan listrik negara.

Baca Juga: Kabar Duka, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia di Usia 35 Tahun

Tak hanya itu, Komando Pertahanan Udara Nasional juga diperintahkan untuk meningkatkan deteksi dini dan pengamatan wilayah udara secara terus-menerus selama 24 jam.

Di sisi lain, Badan Intelijen Strategis TNI diminta menginstruksikan para atase pertahanan Indonesia di negara-negara yang terdampak konflik untuk memantau kondisi warga negara Indonesia.

Mereka juga diminta menyiapkan rencana evakuasi apabila diperlukan, dengan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri dan perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri.

Pengamanan juga diperketat di wilayah ibu kota. Kodam Jaya diperintahkan meningkatkan patroli di berbagai objek vital serta kawasan kedutaan besar di Jakarta guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.

Baca Juga: Komdigi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos dan Roblox

Aulia menegaskan bahwa langkah kesiapsiagaan ini merupakan bagian dari upaya TNI menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika situasi global.

Ia menambahkan bahwa TNI akan terus memastikan kesiapan personel maupun kekuatan militernya.

“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional, serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” katanya.