Berita SukabumiJawa BaratPariwisata

Libur Nataru, Kunjungan ke Konservasi Penyu Pangumbahan Menurun

×

Libur Nataru, Kunjungan ke Konservasi Penyu Pangumbahan Menurun

Sebarkan artikel ini
Wisatawan sedang menyaksikan pelepasan bayi penyu di Konservasi Penyu Pangumbahan, Sabtu (3/1/2026). Foto: Sukabumiku.id

SUKABUMI – Jumlah pengunjung di Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan yang berlokasi di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, tercatat mengalami penurunan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.

Salah seorang petugas Konservasi Penyu Pangumbahan, Musonif, mengungkapkan bahwa berkurangnya jumlah wisatawan dipengaruhi oleh faktor cuaca yang kurang bersahabat selama periode libur Nataru kali ini.

“Cuaca menjadi salah satu faktor utama. Beberapa hari terakhir hujan disertai angin cukup kencang, sehingga banyak calon pengunjung yang mengurungkan niat untuk datang,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga: Dilarang di Jabar, Pakar IPB Bantah Klaim Dedi Mulyadi Soal Sawit Penyebab Banjir

Selain faktor cuaca, Musonif juga menyebut maraknya informasi dan unggahan di media sosial terkait bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi turut berdampak pada minat kunjungan wisatawan. Salah satunya adalah informasi mengenai kondisi jalan Bagbagan–Kiaradua yang sempat mengalami amblas.

“Banyak postingan di media sosial tentang bencana, termasuk jalan amblas di jalur Bagbagan–Kiaradua. Hal ini membuat sebagian masyarakat khawatir dan takut untuk berkunjung ke Pangumbahan,” jelasnya.

Baca Juga: HAB ke-80 Kemenag di Jampangkulon, Bukan Sekadar Seremonial

Meski demikian, Musonif menegaskan bahwa jika dibandingkan dengan hari libur akhir pekan biasa, jumlah pengunjung pada momen libur Nataru masih tergolong lebih banyak.

“Kalau dibandingkan dengan akhir pekan biasa, libur Nataru tetap lebih ramai. Hanya saja memang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Pihak pengelola berharap kondisi cuaca segera membaik dan informasi positif mengenai akses serta keamanan kawasan wisata kembali tersebar, sehingga kunjungan wisatawan ke Konservasi Penyu Pangumbahan dapat kembali meningkat.