Olahraga

Liverpool Datangkan Jeremy Jacquet dari Rennes, Nilai Transfer Disorot

×

Liverpool Datangkan Jeremy Jacquet dari Rennes, Nilai Transfer Disorot

Sebarkan artikel ini
chelsea-liverpool
Christian Pulisic sangat mengagumi Mohamed Salah. (Foto: Getty Images/Michael Regan)

SUKABUMI LIVERPOOL memastikan langkah besar di bursa transfer dengan mengamankan bek muda Rennes, Jeremy Jacquet, untuk musim panas mendatang. Namun, keputusan The Reds merekrut pemain berusia 20 tahun itu dengan nilai transfer tinggi menuai kritik dari mantan pemain timnas Prancis, Christophe Dugarry.

Liverpool mencapai kesepakatan dengan Rennes senilai sekitar 60 juta poundsterling atau setara lebih dari Rp1,3 triliun. Meski kesepakatan dirampungkan menjelang penutupan bursa transfer musim dingin, Jacquet baru akan resmi bergabung ke Anfield pada Juli mendatang dan tetap membela Rennes hingga kompetisi musim 2025/2026 berakhir.

Langkah Liverpool merekrut Jacquet disebut berkaitan dengan situasi kontrak Ibrahima Konate yang hingga kini belum menemui kepastian. Manajemen klub dilaporkan mulai menyiapkan opsi di lini pertahanan jika Konate hengkang pada akhir musim.

Baca Juga : Ramuan Obat Kuat Pria Ala Sukabumi: Telur Bebek Madu dan Susu Beruang

Meski demikian, nilai transfer Jacquet mendapat sorotan dari Christophe Dugarry. Mantan juara Piala Dunia 1998 itu menilai Liverpool telah membayar terlalu mahal untuk pemain yang masih berada dalam tahap pengembangan.

“Ini bukan untuk menyerang sang pemain. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun dan kami tentu berharap yang terbaik untuknya karena dia pemain yang bagus,” kata Dugarry kepada RMC Sport.

Menurut Dugarry, Rennes justru patut diapresiasi karena berhasil menjual pemain mudanya dengan nilai tinggi. Ia juga mengkritik kebiasaan klub-klub Inggris yang dinilainya terlalu mudah mengeluarkan dana besar di bursa transfer.

“Rennes patut bertepuk tangan karena berhasil menemukan klub seperti Liverpool yang bersedia membayar 72 juta euro. Klub-klub Inggris terus menghamburkan puluhan juta euro. Sepak bola sudah kehilangan akal sehat,” ujar Dugarry.

Dugarry menilai, fenomena transfer mahal di sepak bola modern sudah tidak lagi dapat dibenarkan hanya dengan alasan permintaan dan penawaran.(SE)