TEHERAN – Isu meninggalnya mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, yang sempat ramai diberitakan sejumlah media dalam negeri, dipastikan tidak benar. Partainya, Dolate Bahar, secara resmi menyatakan Ahmadinejad masih hidup dan kabar serangan yang menewaskannya adalah informasi palsu.
Sebelumnya, Iran Labour News Agency (ILNA) melaporkan bahwa Ahmadinejad, 69 tahun, tewas akibat serangan udara di kawasan timur Teheran. Dalam laporan tersebut disebutkan ia kehilangan nyawa di kediamannya bersama seorang pengawal.
Namun, klaim itu segera dibantah. Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs Dolate Bahar, partai tersebut menegaskan bahwa kabar kematian Ahmadinejad tidak berdasar.
Baca Juga: Pembongkaran Bukit Gunung Karang Disorot, Potensi Ekowisata Terancam Hilang
“Dolate Bahar dengan ini mengumumkan bahwa laporan tentang gugurnya Dr. Ahmadinejad dalam serangan Amerika-Israel adalah palsu,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pada tahap awal, belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan kebenaran di antara dua informasi yang saling bertolak belakang itu. Situasi ini memunculkan kebingungan publik di tengah arus informasi yang berkembang cepat.
Baca Juga: Cegah Penyakit Paru Kronis, RSUD Jampangkulon Edukasi Pasien Rawat Jalan
Di sisi lain, Iranian Students News Agency (ISNA) turut memuat pernyataan Ahmadinejad terkait wafatnya pemimpin spiritual tertinggi Iran, Ali Khamenei. Kematian Khamenei sebelumnya diumumkan oleh televisi pemerintah Iran pada Sabtu malam.
Perkembangan informasi yang simpang siur ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dinamika tersebut membuat setiap laporan terkait tokoh penting Iran menjadi sorotan internasional.

