Berita Sukabumi

Menjadi Cermin yang Jujur

×

Menjadi Cermin yang Jujur

Sebarkan artikel ini
Mulyawan Safwandy Nugraha. (Foto: Istimewa)

Oleh: Mulyawan Safwandy Nugraha
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kadang kita butuh cermin. Untuk melihat diri sendiri.

Dalam hidup, salah satu cermin terbaik adalah saudara kita. Mereka yang mau menasihati.

Tapi tidak semua orang siap menjadi cermin. Karena itu butuh kejujuran. Dan keberanian.

Hadits ini seperti mengajak kita menjadi bagian dari itu.

Memberi nasihat. Bukan untuk menjatuhkan. Tapi untuk memperbaiki.

Saya membayangkan, bagaimana kalau kita hidup di lingkungan di mana semua orang saling menasihati dengan tulus.

Tidak ada yang takut dikritik. Tidak ada yang takut menegur.

Karena semua tahu. Tujuannya sama. Kebaikan.

Itu bukan utopia. Itu nilai yang diajarkan Islam.

Tapi memang tidak mudah.

Karena ego sering lebih besar dari kepedulian.

Saya mulai dari diri sendiri. Belajar menerima nasihat tanpa defensif. Dan belajar memberi nasihat tanpa menyakiti.

Dua hal ini berjalan bersama.

Karena orang yang tidak mau dinasihati, biasanya juga tidak akan bisa menasihati dengan baik.

Kita semua sedang belajar.

Dan mungkin, perjalanan ini akan lebih ringan kalau kita saling mengingatkan.

Dengan hati yang bersih.

Dengan niat yang lurus.

Dan dengan harapan, kita bisa sampai bersama.