Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Misteri Surat Terakhir Pria Tergantung di Warungkiara Sukabumi, Korban Bullying?

×

Misteri Surat Terakhir Pria Tergantung di Warungkiara Sukabumi, Korban Bullying?

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Kasus penemuan pria tewas tergantung terjadi di lingkungan sekolah dasar negeri di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Polisi menemukan sebuah surat tulisan tangan berbahasa Sunda yang diduga kuat ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Surat tersebut ditemukan dari genggaman pria berinisial D tersebut. Dalam surat yang ditulis menggunakan bahasa Sunda, korban mencurahkan rasa sakit hati dan kekecewaan terhadap dua orang yang disebut bernama Pak Aep dan Bu Meli.

Dari tulisan itu diduga D merasa diperlakukan tidak adil sejak keduanya diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Baca Juga: Pelantikan DPAC JTM di Waluran Jadi Momentum Pelestarian Budaya Lokal

Berikut kutipan isi surat korban dalam bahasa Sunda, beserta terjemahannya:

“Urang mah nyeri hate ku ngan Pak Aep ejeung Bu Meli. Kahiji Pa Aep popolotot wae ka urang ti saprak diangkat jadi P3K. Saya benar-benar sakit hati terhadap Pak Aep dan Bu Meli. Pertama, Pak Aep selalu melotot (bersikap galak) kepada saya sejak diangkat menjadi P3K,” dikutip dari surat tersebut.

Tulisan itu juga memuat bantahan D yang menurutnya merupakan fitnah terkait penjualan tabung gas dan galon air milik sekolah.

“Mitnah ngajual tabung gas, tabung gas anu sakola aya. Urang mah ngajual gas oge lain anu batur, anu urang. Saya difitnah menjual tabung gas. Padahal tabung gas milik sekolah masih ada. Saya menjual gas bukan milik orang lain, tapi milik saya sendiri.”

Dalam bagian lain suratnya, korban menyinggung perlakuan yang dianggap merendahkan serta persoalan penggunaan alat kebersihan dan barang inventaris sekolah.

Baca Juga: Warga Warungkiara Dikejutkan Penemuan Mayat Pria di Lingkungan Sekolah

“Urang mah nyeri pisan. Hayang meuli sapu injuk oge henteu dipangmeulikeun. Saya sangat sakit hati. Ingin membeli sapu ijuk pun tidak diperbolehkan.”

Sementara itu, Kapolsek Warungkiara, AKP R. Panji Stiadji, menjelaskan petugas kepolisian bersama tim Inafis Polres Sukabumi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan. Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Warungkiara untuk pemeriksaan awal.

AKP Panji menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Baca Juga: Teror di Jalan Gelap, Empat Pemuda Luka-luka Usai Diserang OTK di Cibadak Sukabumi

“Penanganan perkara ini selanjutnya dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sukabumi untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada aparat berwenang.