Berita Utama

Mitra Dapur MBG Citamiang Klarifikasi Soal Dugaan Keterlibatan Ketua DPRD Kota Sukabumi Sebagai Investor

×

Mitra Dapur MBG Citamiang Klarifikasi Soal Dugaan Keterlibatan Ketua DPRD Kota Sukabumi Sebagai Investor

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Djuanda

SUKABUMI — Polemik dugaan keterlibatan Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Djuanda, dalam pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Citamiang akhirnya mendapat klarifikasi dari kedua belah pihak.

Mitra SPPG Citamiang, Ernawati, menegaskan bahwa yayasan yang menaungi dapur tersebut sepenuhnya merupakan miliknya. Ia membantah adanya keterlibatan langsung Wawan Djuanda sebagai investor resmi dalam program tersebut.

Menurut Ernawati, dirinya memang sempat menerima bantuan dana dari Wawan. Namun, bantuan tersebut bersifat pinjaman pribadi, bukan investasi dalam operasional dapur MBG.

“Memang saya pernah meminjam uang, tapi itu bukan untuk investasi dapur. Itu sifatnya pinjaman sementara, karena kebutuhan awal cukup besar,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa untuk menjalankan dapur MBG, pihaknya melibatkan beberapa pihak sebagai sumber pendanaan, termasuk keluarga sendiri. Namun, semua bentuk dukungan tersebut diklaim sebagai pinjaman, bukan investasi yang mengikat secara kepemilikan.

Sementara itu, dalam konfirmasi terpisah, Wawan Djuanda juga secara tegas membantah tudingan dirinya sebagai pemilik maupun investor dapur MBG di Citamiang.

Ia menyebut, dapur tersebut sepenuhnya dimiliki oleh Ernawati dan Agus Juniar. Hubungan dirinya dengan pihak pengelola hanya sebatas pertemanan dan aktivitas sosial.

“Sebatas pertemanan saja. Saya juga sempat membantu di awal program, terutama dalam mencari penerima manfaat saat program MBG belum berjalan optimal,” ujarnya.

Wawan menilai, munculnya anggapan dirinya sebagai investor kemungkinan disebabkan oleh bantuan finansial yang pernah ia berikan dalam bentuk pinjaman.
Sebelumnya, dapur SPPG Citamiang menjadi sorotan publik setelah viralnya temuan makanan tidak layak dalam program MBG.

Kasus tersebut mencuat usai orang tua siswa SDN CBM Pakujajar mengeluhkan kualitas makanan yang diterima anak-anak mereka.

Temuan tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian publik, termasuk munculnya dugaan keterlibatan sejumlah pihak, salah satunya nama Ketua DPRD Kota Sukabumi.