SUKABUMI – Suasana haru mewarnai kegiatan Muhibah Ramadan di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Seorang imam Masjid Jami Al-Hikmah, Burhanuddin, diumumkan sebagai penerima hadiah umrah dalam agenda yang diinisiasi Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi.
Burhanuddin mengaku tidak pernah menyangka akan mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci lebih cepat dari rencana yang telah disusunnya.
“Perasaan saya sangat terharu, sangat gembira, dan mungkin ini adalah salah satu takdir dari Allah,” ujarnya.
Baca Juga: 101 Rumah Terdampak, Bupati Asjap Turun Langsung Tinjau Pergerakan Tanah di Bantargadung
Pria kelahiran Sukabumi, 5 Mei 1977, itu telah mengabdi sebagai imam sejak 2012, setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren. Sejak saat itu, ia aktif membina masyarakat, terlibat dalam pembangunan masjid, mendirikan madrasah, hingga membentuk majelis taklim yang kini berbadan hukum yayasan.
Burhanuddin merupakan putra asli Pajampangan. Saat ini ia menetap di Kampung Pamipiran, Desa Sangrawayang, mengikuti sang istri yang berasal dari wilayah tersebut.
Ia menuturkan bahwa sebelumnya telah merencanakan keberangkatan umrah secara mandiri. Bahkan, ia sudah mendaftar ke biro perjalanan umrah dan mulai menabung untuk keberangkatan tahun depan. Namun, hadiah umrah dalam kegiatan Muhibah Ramadan tersebut membuat rencananya dipercepat.
Baca Juga: DPR Buka Opsi Pengelolaan Guru Ditarik ke Pusat, Soroti Regulasi Tumpang Tindih
Saat ini, proses administrasi tengah dipersiapkan. Ia telah diminta melengkapi sejumlah dokumen, termasuk KTP dan persyaratan lainnya.
Burhanuddin yang telah dikaruniai dua anak dan dua cucu berharap keberangkatan ini membawa keberkahan, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini ia bina.
Momentum Ramadan tahun ini pun menjadi pengalaman spiritual yang tak terlupakan baginya, sebuah anugerah yang datang di waktu yang tidak disangka-sangka.

