Berita Sukabumi

Museum Ki Pahare Kenalkan Budaya Sunda di Tengah Hiruk-Pikuk Transportasi

×

Museum Ki Pahare Kenalkan Budaya Sunda di Tengah Hiruk-Pikuk Transportasi

Sebarkan artikel ini
Lokasi Museum Ki Pahare yang berada di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi. Foto/Istimewa

SUKABUMI – Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, yang terletak di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, kini tidak hanya menjadi pusat aktivitas transportasi, tetapi juga menjadi wadah pelestarian sejarah dan kebudayaan melalui kehadiran Museum Ki Pahare.

Museum yang telah resmi menempati salah satu area terminal sejak 1 Oktober 2023 itu, sebelumnya berada di Kecamatan Baros. Diresmikan pada tahun 2017, Museum Ki Pahare menyimpan ratusan koleksi artefak bersejarah yang dibagi ke dalam tiga periode zaman: prasejarah, klasik, dan kolonial. Koleksi tersebut telah menarik perhatian pengunjung, termasuk dari mancanegara.

Pengawas Satuan Pelayanan Terminal, Yukky Rahmat Yunus, menjelaskan bahwa keberadaan museum di lingkungan terminal merupakan langkah strategis dalam memperkenalkan budaya Sunda kepada masyarakat yang lebih luas.

“Di sini kita mengenalkan budaya Sunda, kemudian memberikan wawasan kepada masyarakat Kota Sukabumi dan seluruh Indonesia, bahwa terminal ini mencantumkan budaya lokal, tidak hanya transportasi,” ungkap Yukky.

Meski terminal identik dengan lalu lintas padat dan mobilitas tinggi, pihak pengelola telah membagi jalur bus dan jalur umum dengan baik. Ini untuk memastikan kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati suasana edukatif dan budaya di Museum Ki Pahare.

Selain menjadi destinasi budaya, keberadaan museum juga mendukung pelaksanaan Program Salud (Sadar Lalu Lintas Usia Dini) yang rutin diikuti pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.

“Kita ada program Salud. Jadi, setiap ada kunjungan ke terminal, kita berikan juga wawasan budaya di Museum Ki Pahare. Ini jadi kombinasi edukasi lalu lintas dan budaya,” tambah Yukky.

Museum Ki Pahare dibuka setiap hari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dan dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat umum.

“Tidak ada biaya masuk. Free untuk umum. Mau kapan pun silakan datang. Saya imbau dan ajak seluruh masyarakat untuk berkunjung ke Museum Ki Pahare,” pungkasnya. (Ky)