Berita SukabumiKabupaten Sukabumi

Musyawarah Bumdesma Jembar Jampangkulon: Desa-Desa Diminta Lebih Berani Kelola Potensi Lokal

×

Musyawarah Bumdesma Jembar Jampangkulon: Desa-Desa Diminta Lebih Berani Kelola Potensi Lokal

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Musyawarah Antar-Desa (MAD) Laporan Tahunan Bumdesma Jembar Jampangkulon Tahun Buku 2025 bukan sekadar agenda rutin. Forum yang digelar Kamis (5/2/2025) di Aula Bumdesma Jembar itu menjadi ruang terbuka bagi desa-desa untuk menguji sejauh mana keberanian dan konsistensi mereka dalam mengelola potensi lokal.

Dalam musyawarah tersebut, pengelola Bumdesma memaparkan capaian usaha bersama yang selama ini dijalankan, mulai dari sektor ekonomi desa hingga dukungan terhadap kegiatan produktif masyarakat. Namun di balik laporan angka dan program, muncul catatan penting soal tantangan klasik: keterbatasan modal, manajemen usaha, serta belum meratanya partisipasi desa.

Sejumlah kepala desa menyoroti perlunya model usaha Bumdesma yang lebih adaptif dengan karakter wilayah Jampangkulon yang berbasis pertanian. Optimalisasi hasil tani, penguatan ekonomi mikro, dan dukungan terhadap ketahanan pangan dinilai masih perlu didorong agar tidak hanya berhenti pada konsep.

Baca Juga: Kapolda Jabar Kunjungi Polsek Jampangkulon, Pengamanan Berjalan Aman dan Kondusif

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Ardiansyah Subandi, menegaskan bahwa Bumdesma tidak boleh berjalan sebagai formalitas kelembagaan semata.

“Bumdesma harus jadi alat ekonomi desa yang hidup. Kalau hanya laporan tahunan tanpa dampak langsung ke masyarakat, itu perlu dievaluasi bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar desa-desa lebih aktif membangun kerja sama lintas wilayah dan tidak ragu melakukan inovasi usaha yang berbasis kebutuhan riil masyarakat desa.

Musyawarah ini menghasilkan sejumlah catatan strategis yang akan dibawa ke tingkat kabupaten sebagai bahan evaluasi dan perumusan program Tahun Anggaran 2026. Harapannya, Bumdesma Jembar tidak hanya menjadi wadah administrasi, tetapi benar-benar berfungsi sebagai penggerak ekonomi desa di Jampangkulon.