Berita SukabumiBerita Utama

Oknum Mengaku Wartawan Tipu 15 Pencari Kerja di Sukabumi, Kerugian Tembus Rp 52 Juta

×

Oknum Mengaku Wartawan Tipu 15 Pencari Kerja di Sukabumi, Kerugian Tembus Rp 52 Juta

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Sebanyak 15 warga Kabupaten Sukabumi menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja yang mengatasnamakan salah satu pabrik sepatu di Kecamatan Cikembar. Pelaku yang diketahui mengaku sebagai wartawan itu berhasil mengumpulkan uang puluhan juta rupiah dari para korban dengan iming-iming akan membantu mereka diterima bekerja.

Kuasa hukum korban, Junaedi Tanjung, menjelaskan bahwa pelaku berinisial Joko Subagyo alias Joko mulanya mendatangi korban pertama, Dedi Suryadi (37), dan menawarkan kesempatan kerja di pabrik sepatu tersebut.

“Untuk meyakinkan korbannya, pelaku mengaku sebagai wartawan,” ujar Junaedi, Jumat (21/11/2025).

Baca Juga: Kasus Siswa SMK di Sukabumi Ditampar, Pelaku Minta Damai tapi Laporan Tetap Berjalan

Penipuan itu berlangsung dari 14 Mei hingga 1 September 2025. Joko meminta biaya administrasi sebesar Rp7 juta per orang dengan dalih sebagai syarat proses perekrutan.

Tidak berhenti pada Dedi, pelaku bahkan meminta korban pertama itu untuk mengajak teman, saudara, atau siapa pun yang sedang mencari pekerjaan. “Dedi sendiri sudah menyerahkan Rp5 juta. Sementara total kerugian dari 15 korban mencapai Rp52 juta,” tegas Junaedi.

Namun, janji tersebut tidak pernah terbukti. Pada 17 September 2025, tanggal panggilan kerja yang dijanjikan, tidak ada satu pun korban yang diterima di perusahaan tersebut.

Baca Juga: 20 Laporan Bencana Landa Kabupaten Sukabumi dalam 24 Jam, Mayoritas Tanah Longsor

Situasi semakin mencurigakan ketika pelaku tiba-tiba menghilang dan tidak bisa dihubungi.

Merasa tertipu, para korban kemudian melapor ke Polsek Cibadak pada 8 Oktober 2025. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor STPLP/116/X/2025 dan sedang ditangani sebagai dugaan tindak pidana penipuan.

“Korban berharap polisi segera menangkap pelaku yang telah merugikan banyak orang. Modus seperti ini sangat meresahkan, apalagi di tengah kondisi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan,” tutur Junaedi.

Kasus ini menambah panjang daftar penipuan berkedok rekrutmen kerja. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi lowongan langsung ke perusahaan terkait dan tidak memberikan uang dalam jumlah besar kepada pihak yang tidak jelas kredibilitasnya.