Berita SukabumiKabupaten Sukabumi

Pemkab Sukabumi Ajak Orangtua Kurangi Ketergantungan Gawai Anak

×

Pemkab Sukabumi Ajak Orangtua Kurangi Ketergantungan Gawai Anak

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai tidak selalu harus dimulai dari larangan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi memilih pendekatan berbeda dengan menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan dan sesuai minat anak melalui kegiatan Tinggalkan Android Dalam Empat Jam Bareng Perpustakaan (Tandem Baper).

Kegiatan yang digelar di Gedung Perpustakaan Daerah, Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat, Senin (5/1/2026) ini diikuti anak-anak TK, PAUD hingga SD. Perpustakaan pun tak lagi identik dengan suasana kaku, melainkan disulap menjadi ruang eksplorasi, bermain, dan belajar bersama.

Baca Juga: Pemkot Sukabumi Luncurkan Program Bank Sampah di Lingkungan Setda, Wali Kota: Gerakan Nyata Peduli Lingkungan

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menilai pola asuh orangtua di era digital perlu beradaptasi. Menurutnya, gawai kerap dijadikan solusi instan agar anak tenang, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

“Anak bukan sekadar dijauhkan dari gawai, tetapi perlu diberi alternatif kegiatan yang sesuai minatnya. Kalau anak suka animasi, arahkan ke belajar animasi. Itu jauh lebih mendidik,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan seperti Tandem Baper menjadi contoh konkret bagaimana pemerintah menghadirkan solusi, bukan sekadar imbauan. Anak-anak diberi ruang untuk mengenali potensi diri, sementara orangtua diajak lebih terlibat dalam proses pendidikan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Hj. Aisyah, menjelaskan kegiatan ini dirancang sebagai bentuk transformasi fungsi perpustakaan. Tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga pusat aktivitas literasi dan kreativitas anak.

Baca Juga: Wali Kota Ajak Bangun Kota Sukabumi Lebih Bercahaya dan Bebas Zona Pungli di 2026

“Anak-anak dibagi ke beberapa kelas sesuai minatnya, seperti Bahasa Inggris, matematika, animasi, hingga kegiatan edukatif lainnya. Mereka bebas memilih,” jelasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya belajar di dalam kelas. Pada hari terakhir, anak-anak diajak belajar di luar ruangan melalui kegiatan kunjungan edukatif yang dikemas sambil bermain.

Melalui kegiatan ini, perpustakaan diharapkan menjadi alternatif positif di tengah dominasi gawai, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak selama masa libur sekolah dengan cara yang lebih sehat dan menyenangkan.