SUKABUMI – Pergerakan tanah kembali dilaporkan terjadi di wilayah Kampung Nyalindung, Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu. Pada Kamis (5/2/2026). Menyikapi laporan warga, Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu bersama Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi terdampak.
Sebanyak 23 kepala keluarga (KK) tercatat terdampak dalam kejadian tersebut. Hingga saat ini, seluruh warga masih bertahan dan menempati rumah masing-masing sambil menunggu perkembangan situasi.
Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi riil di lokasi terdampak.
Baca Juga: Lima Kecamatan Ini Jadi Sentra Wortel Sukabumi, Produksi 2025 Menurun
“Kami turun ke lapangan bersama P2BK untuk melihat langsung kondisi di Kampung Nyalindung Desa Tonjong yg berseberangan dengan Kp. Nyalindung Desa Pasirsuren dan mendengar aspirasi warga. Hasil monitoring ini akan kami laporkan kepada pimpinan serta dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan monitoring tidak hanya sebatas pengecekan visual, tetapi juga pengumpulan data awal guna mendukung proses koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut penting untuk menentukan penanganan lanjutan sesuai prosedur dan kewenangan masing-masing perangkat daerah.
Pihak kecamatan memastikan situasi di lokasi akan terus dipantau, mengingat potensi pergerakan tanah dapat meningkat terutama saat curah hujan tinggi. Pemerintah setempat juga mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan.

