Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Pergerakan Tanah Susulan Teror Warga Kampung Gempol Palabuhanratu

×

Pergerakan Tanah Susulan Teror Warga Kampung Gempol Palabuhanratu

Sebarkan artikel ini
Pergerakan tanah susulan masih menghantui warga Kampung Gempol, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Pergerakan tanah susulan masih menghantui warga Kampung Gempol, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Foto: Hasyim/Sukabumiku.id

SUKABUMI – Pergerakan tanah susulan kembali menghantui warga Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Selama dua malam terakhir, kawasan yang sempat dijuluki “Kampung Mati” ini kembali dilanda pergeseran tanah akibat hujan deras yang turun tanpa henti.

Kondisi tersebut membuat ratusan warga, khususnya 101 kepala keluarga yang masih bertahan di zona merah, hidup dalam kecemasan. Retakan dinding rumah semakin melebar, bahkan sejumlah bangunan dilaporkan roboh dan miring akibat tanah yang terus bergerak.

Kerusakan terparah dialami oleh beberapa rumah warga. Dinding dapur milik Yeni ambruk sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, sementara rumah Dedeh kini dalam kondisi miring tajam setelah dua kali dihantam pergerakan tanah dalam satu malam.

Baca Juga: Seorang Perempuan Ditemukan Tewas Dalam Septic Tank di Cisolok Sukabumi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Ade Afriandi, membenarkan bahwa kondisi di Kampung Gempol semakin mengkhawatirkan. Ia menyebutkan bahwa solusi relokasi sebenarnya sudah disiapkan.

“Kami menerima informasi dari Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi bahwa penanganan, termasuk di Cikadu, sudah disiapkan lahan untuk relokasi warga,” ujar Ade, Senin (12/1/2026).

Meski demikian, pelaksanaan relokasi masih menunggu laporan teknis dan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar dapat ditindaklanjuti secara terpadu oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Satpol PP Tertibkan PKL di Lapang Merdeka Kota Sukabumi

“Kami berharap Pemkab Sukabumi dan perangkat daerah segera berkoordinasi dengan Pemprov agar langkah penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.

Terkait keluhan warga soal Dana Tunggu Hunian dari BNPB yang belum juga cair, Ade menyampaikan pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari pemerintah daerah.

“Kami masih menunggu rincian kebijakan dari daerah agar bisa menentukan langkah lanjutan dari Pemprov,” tambahnya.