Berita UtamaJawa Barat

Persib Kenakan Ban Hitam di Laga Kontra PSBS Biak, Simbol Duka untuk Korban Longsor di KBB

×

Persib Kenakan Ban Hitam di Laga Kontra PSBS Biak, Simbol Duka untuk Korban Longsor di KBB

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi foto jabarku.id

JAWA BARAT – Laga Persib Bandung melawan PSBS Biak pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (25/1/2026) malam WIB, tak hanya menandai dimulainya putaran kedua kompetisi. Pertandingan ini juga menjadi panggung pesan kemanusiaan yang ditunjukkan Persib melalui penggunaan ban hitam oleh seluruh pemainnya.

Pemakaian ban hitam tersebut menjadi simbol duka dan empati Persib Bandung atas bencana longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Di tengah atmosfer kompetisi dan tuntutan meraih poin penuh, Persib secara sadar memilih menghadirkan pesan solidaritas kepada masyarakat yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana.

Langkah ini menegaskan bahwa sepak bola tidak sepenuhnya terpisah dari realitas sosial di sekitarnya. Ban hitam yang dikenakan para pemain Maung Bandung menjadi pengingat visual bahwa di balik sorak-sorai stadion, ada warga Jawa Barat yang sedang berduka dan membutuhkan dukungan moral dari berbagai pihak.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyampaikan bahwa penggunaan ban hitam di pertandingan ini merupakan bentuk kepedulian klub terhadap korban longsor dan keluarganya. Menurutnya, Persib ingin memanfaatkan sorotan pertandingan sebagai sarana penyampaian empati yang sederhana namun bermakna.

“Melalui ban hitam ini, Persib ingin menyampaikan rasa duka dan solidaritas kepada masyarakat Pasirlangu. Kami berharap pesan ini bisa dirasakan oleh Bobotoh dan publik luas,” ujar Adhi.

Ia menambahkan, Persib meyakini bahwa nilai kemanusiaan harus tetap hadir dalam setiap aktivitas olahraga profesional. Dengan simbol ban hitam, klub berharap pertandingan ini tidak hanya dikenang sebagai pembuka putaran kedua liga, tetapi juga sebagai momentum kepedulian bersama.

Di tengah jalannya pertandingan, Persib mengajak seluruh elemen sepak bola—pemain, ofisial, suporter, hingga masyarakat luas—untuk sejenak menundukkan kepala dan mengirimkan doa bagi para korban. Ban hitam yang melingkar di lengan para pemain menjadi pesan senyap bahwa Persib berdiri bersama masyarakat yang tengah dilanda musibah.