SUKABUMI – Audiensi antara Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas dan Asosiasi Pesantren Penggerak Ekonomi Nusantara (AP3N) Kabupaten Sukabumi dimanfaatkan sebagai forum strategis membahas peran pesantren dalam penguatan ekonomi lokal dan pengembangan kewirausahaan berbasis komunitas, Jum’at (6/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Sukabumi tersebut tidak hanya berfokus pada silaturahmi, tetapi mengulas langkah konkret menjadikan pesantren sebagai pusat aktivitas ekonomi umat, sekaligus mitra pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
Ketua AP3N Kabupaten Sukabumi, Drs. KH. Ridwan Subagja, memaparkan rencana program kerja Tahun 2026 yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren, pengembangan unit usaha produktif, serta pembekalan kewirausahaan bagi santri agar memiliki daya saing setelah lulus.
Baca Juga: DPUTR Diduga Abai Lakukan Perbaikan Bencana Alam Tanah di Jalan Sriwidari Kembali Longsor
Program tersebut diarahkan agar pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menilai konsep ekonomi berbasis pesantren memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, terutama di wilayah pedesaan.
“Pesantren memiliki sumber daya manusia, jaringan sosial, dan nilai kemandirian yang kuat. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Baca Juga: Survey KDMP Jampangkulon Fokus Pemetaan Lahan dan Dampak Ekonomi Warga
Ia menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi membuka ruang kolaborasi lintas sektor agar program AP3N dapat terintegrasi dengan kebijakan pengembangan UMKM, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Audiensi tersebut juga menjadi momentum sinkronisasi antara pesantren dan perangkat daerah, seperti Bapperida, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKM), serta Dinas Pendidikan, untuk memastikan program yang dirancang tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ke depan, sinergi antara Pemkab Sukabumi dan AP3N diharapkan mampu melahirkan model pesantren produktif yang berkelanjutan, sekaligus menjadi penggerak ekonomi umat dan penopang kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

