SUKABUMI – PKBM Sinar Samudra menggelar Pesantren Kilat bertema Pesantren Ekologi Ramadhan 2026 di wilayah Jayanti, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menanamkan nilai keimanan sekaligus membangun kesadaran warga belajar terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Kepala PKBM Sinar Samudra, Yusep Zaelani, menyampaikan bahwa pendidikan nonformal tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata. Ia menegaskan pentingnya pembentukan karakter religius dan kepedulian sosial.
“Pendidikan itu bukan hanya soal akademik, tetapi juga bagaimana membentuk pribadi yang religius dan berkarakter,” ujarnya.
Baca Juga: Menag Minta Maaf soal Pernyataan Zakat, Dorong Optimalisasi Wakaf dan Filantropi Islam
Menurut Yusep, keseimbangan hubungan dengan Allah, sesama manusia, dan alam harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Ia menuturkan bahwa nilai Hablum Minallah, Hablum Minannas, dan Hablum Minal Alam perlu ditanamkan sejak dini kepada warga belajar.
“Keseimbangan relasi dengan Tuhan, manusia, dan alam harus hadir dalam praktik hidup sehari-hari,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa Pesantren Ekologi Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai penguatan ibadah ritual. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter peduli lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan.
“Pesantren ini bukan sekadar memperbanyak ibadah, tapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan sebagai wujud tanggung jawab iman,” tuturnya.
Baca Juga: Komisi IX DPR RI dan BGN Sosialisasikan Program Makan Gizi Gratis di Surade
Rangkaian kegiatan diawali dengan sholat duha berjamaah, dilanjutkan tawasul yang dipimpin Ustadz Ade Surya serta tadarus Al-Qur’an bersama yang dipandu Siti Nuraeni. Suasana kebersamaan terlihat dari partisipasi aktif warga belajar Paket B dan C yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ade Surya mengingatkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Ia menuturkan bahwa kepedulian terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah memiliki nilai ibadah.
“Islam mengajarkan manusia sebagai khalifah di bumi. Menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan merawat alam adalah bagian dari ibadah yang berpahala,” ujarnya.
Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Umumkan 40 HariMasa Berkabung Nasional
Menurut Ustadz Ade, Ramadhan seharusnya menjadi titik awal perubahan perilaku. Ia berharap semangat beribadah selama Ramadhan dapat diterjemahkan dalam tindakan nyata yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui Pesantren Ekologi Ramadhan 2026, PKBM Sinar Samudra berharap dapat melahirkan generasi warga belajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan memiliki kesadaran ekologis.

