SUKABUMI — Bulan Ramadan dimanfaatkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat konsolidasi politik dari tingkat bawah. Melalui pertemuan kader yang digelar di Pondok Pesantren Asalam, Kecamatan Warungkiara, Sabtu (28/2/2026), DPC PKB menegaskan fokus penguatan struktur ranting sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029.
Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi, Hasim Adnan, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi Ramadan, tetapi bagian dari langkah serius partai membangun kekuatan politik dari akar rumput.
Menurutnya, PKB di Kabupaten Sukabumi sedang menata ulang kekuatan organisasi agar lebih solid, terutama di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang menjadi salah satu basis penting partai.
“Momentum Ramadan ini kami gunakan untuk memperkuat konsolidasi struktur. Yang kami dorong bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi bagaimana seluruh ranting dan DPAC benar-benar aktif bekerja di tengah masyarakat,” ujar Hasim, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, penguatan struktur menjadi fokus utama karena pengalaman pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa kemenangan partai sangat ditentukan oleh soliditas organisasi di tingkat desa dan kecamatan.
Baca Juga: Nelayan Muda Tewas Tenggelam Saat Menembak Ikan di Pantai Cibuaya
Hasim menegaskan, PKB Sukabumi menargetkan penambahan kursi legislatif pada Pemilu 2029, khususnya di Dapil 1. Target tersebut dinilai realistis apabila seluruh struktur partai bekerja secara terorganisir dan konsisten hadir di tengah masyarakat.
“Kerja politik tidak bisa instan. Karena itu konsolidasi kami mulai sejak sekarang. Struktur ranting harus lengkap, aktif, dan benar-benar menjadi perpanjangan tangan partai di masyarakat,” jelasnya.
Selain penguatan organisasi, Hasim juga mendorong kader PKB untuk lebih responsif terhadap dinamika sosial di masyarakat. Menurutnya, keberadaan partai harus dirasakan langsung oleh warga, baik dalam kegiatan sosial, keagamaan, maupun advokasi terhadap persoalan masyarakat.
“Kader PKB harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Bukan hanya saat pemilu. Kalau kehadiran itu konsisten, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.
Baca Juga: Muscab III HIPMI Sukabumi Mulai Dibuka, Ferry Supriyadi Ambil Formulir Bacaketum
Ia juga menilai pendekatan kultural melalui pesantren dan tradisi keagamaan tetap menjadi kekuatan utama PKB. Hal itu tidak terlepas dari akar ideologis partai yang lahir dari tradisi Ahlussunnah wal Jamaah dan kultur pesantren.
Hasim menambahkan, nilai-nilai yang diwariskan oleh tokoh pendiri PKB seperti Abdurrahman Wahid menjadi landasan penting dalam membangun politik yang beradab dan dekat dengan masyarakat.
“Politik PKB tidak lepas dari nilai keagamaan, kebudayaan, dan tradisi pesantren. Itu yang membuat PKB memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui konsolidasi yang dimulai sejak dini, PKB Kabupaten Sukabumi berharap mampu memperkuat basis politik sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat menjelang kontestasi politik 2029.


