Berita UtamaKabupaten Sukabumi

Pondasi Ambrol, Pekerja Proyek Bangunan Terjepit di Palabuhanratu Sukabumi

×

Pondasi Ambrol, Pekerja Proyek Bangunan Terjepit di Palabuhanratu Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Petugas mengevakuasi pekerja yang sempat terjepit pondasi ambrol di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (06/01/2025). Foto: Istimewa

SUKABUMI – Kecelakaan kerja terjadi di sebuah proyek pembangunan di Kampung Kebon Tarum 2, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/1/2026) siang. Pondasi bangunan yang tengah dikerjakan tiba-tiba ambrol dan menjepit dua orang pekerja.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat para pekerja sedang mengerjakan bagian pondasi. Struktur pondasi yang diduga tidak stabil mendadak runtuh ke area galian, sehingga dua pekerja terperangkap di bawah material dan tanah.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Uus Sumarna, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 13.20 WIB.

Baca Juga: Diterjang Ombak, Ini Kronologi Kecelakaan Jetski Tewaskan WNA Arab Saudi di Sukabumi

“Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan,” ujar Uus.

Ia menjelaskan, satu korban bernama Agung (24) berhasil dievakuasi sekitar 10 menit setelah penanganan dilakukan oleh tim gabungan.

“Korban pertama atas nama Agung, usia sekitar 24 tahun, berhasil dievakuasi dan langsung dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.

Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Basarnas, Dinas Kesehatan, serta dibantu oleh rekan sesama pekerja bangunan di lokasi.

Baca Juga: Rumah Warga di Cikembar Sukabumi Terbakar, Api Diduga Berasal dari Tungku Masak

Sementara itu, satu korban lainnya bernama Amud hingga berita ini diturunkan masih dalam proses evakuasi. Menurut Uus, proses penyelamatan korban kedua mengalami kendala karena posisi korban terjepit cukup rapat di antara pondasi dan tanah galian.

“Korban terjepit di antara pondasi dan tanah galian yang cukup padat. Ruang gerak terbatas, sehingga evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” jelasnya.

Meski menghadapi kesulitan teknis di lapangan, tim gabungan terus berupaya maksimal agar korban kedua dapat segera dievakuasi dengan selamat, tanpa menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun petugas.