SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuka ruang dialog dengan organisasi petani untuk membahas berbagai persoalan agraria, termasuk dinamika kawasan perkebunan eks Hak Guna Usaha (HGU).
Hal tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi di Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Sabtu (26/9/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman hadir mewakili Bupati Sukabumi. Dalam kegiatan tersebut, Ade didampingi jajaran Dinas Tata Ruang serta Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: Api Sempat Kembali Muncul, Lahan 2.000 Meter Persegi di Cibadak Sukabumi Terbakar
Ketua DPC SPI Kabupaten Sukabumi Rojak Daud mengapresiasi kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan petani perlu terus dibangun, terutama untuk membahas persoalan pertanahan yang terjadi di lapangan.
“Terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah. Kami berharap momentum Hari Tani ini menjadi langkah konkret dalam mengawal reforma agraria untuk keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Rojak.
Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang dialog yang lebih terbuka antara petani dengan pemangku kebijakan.
Sementara itu, Ade Suryaman mengatakan Pemkab Sukabumi terbuka terhadap berbagai dinamika pertanahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: 14 Personel Dimutasi, Sejumlah Jabatan Strategis Polres Sukabumi Berganti
Persoalan tersebut, kata dia, termasuk yang berkaitan dengan kawasan perkebunan eks HGU. Namun, pemerintah daerah menilai penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Pemerintah daerah terbuka terhadap dinamika pertanahan yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Untuk penyelesaiannya tentu diperlukan kolaborasi semua pihak,” kata Ade.
Ade juga menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani persoalan pertanahan. Menurutnya, cara tersebut diperlukan untuk menjaga kondisi tetap nyaman bagi masyarakat, terutama petani yang menjalankan aktivitas pertanian.
Baca Juga: Cuaca Sukabumi Hari Ini: Hujan Berpotensi Turun hingga Malam, Waspada Petir dan Angin Kencang
Pemkab Sukabumi berharap komunikasi dengan organisasi petani dapat terus diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan agraria sekaligus mencari penyelesaian yang dapat diterima oleh pihak-pihak terkait.
Selain persoalan kepastian bagi petani, kolaborasi pemerintah dan organisasi petani juga diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Peringatan Hari Tani Nasional 2026 di Jampangtengah pun menjadi momentum untuk mempertemukan pemerintah daerah dan petani dalam membahas reforma agraria, kedaulatan pangan, serta persoalan pertanahan yang masih menjadi bagian dari dinamika sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi.

