SUKABUMI – Ancaman pinjaman online (pinjol), judi online (judol), dan penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian dalam evaluasi rutin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Al-Fathonah.
Peringatan tersebut disampaikan dalam evaluasi bulanan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Fathonah, Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.
Bagi pengelola SPPG, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut perilaku pribadi relawan. Jika terjadi pada salah satu anggota, dampaknya dinilai dapat merembet pada kedisiplinan kerja, operasional dapur, hingga citra lembaga yang menjalankan program MBG.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Sukabumi Minggu 27 September 2026, Waspadai Hujan Singkat
Pengawas sekaligus Dewan Pembina SPPG Yayasan Al-Fathonah, Asep Muhamad Rapidi, secara khusus meminta seluruh relawan menjauh dari pinjol, judol, dan narkoba.
“Tidak ada pinjaman online (pinjol), tidak ada judi online (judol), dan tidak ada narkoba. Itu yang saya tekankan keras terhadap mereka,” tegas Asep, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, integritas relawan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional dapur MBG. Sebab, persoalan yang dilakukan seorang relawan berpotensi membawa dampak terhadap seluruh tim.
“Karena akan menjadi masalah besar manakala kita sedang menjalankan operasional. Satu orang saja bermasalah, maka yang rusak adalah nama baik dapur, nama baik yayasan, dan nama baik program itu sendiri,” katanya.
Baca Juga: Diduga Tidak Berizin, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Sukabumi Dikeluhkan Warga
Evaluasi tersebut sekaligus digunakan untuk melihat kepatuhan relawan terhadap standar operasional prosedur (SOP), kedisiplinan, serta etika selama menjalankan tugas.
Kegiatan melibatkan unsur office dan relawan dari SPPG Yayasan Al-Fathonah, SPPG Bojonggenteng 1 dan 2, SPPG Ciparay, serta SPPG Sukamukti, Kecamatan Waluran.
Ketua Yayasan Al-Fathonah, H. Usep Suganda, mengatakan pencegahan perlu dilakukan sejak dini, terutama di tengah maraknya persoalan pinjol, judol, dan penyalahgunaan narkoba yang dapat menyasar berbagai kalangan.
“Relawan kita jangan sampai terpapar. Ini harus kita cegah sejak dini. Kedua, masalah kedisiplinan dan etika. Jangan sampai ada perilaku relawan yang mencemari nama baik dapur dan nama baik yayasan,” ujar Usep.
Untuk memperkuat langkah pencegahan, Yayasan Al-Fathonah juga melibatkan pihak kepolisian melalui Polsek terkait untuk memberikan sosialisasi mengenai bahaya narkoba serta pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Usep menegaskan evaluasi bulanan bukan hanya untuk menilai pelaksanaan teknis MBG, tetapi juga menjadi ruang pembinaan terhadap para relawan. Hal itu dilakukan agar program pemerintah tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak terganggu persoalan di internal pelaksana.
“Jangan sampai dalam menjalankan program ini ada yang melenceng dari aturan,” katanya.
Secara umum, hasil evaluasi dinilai cukup baik. Namun, pengelola SPPG menempatkan pembinaan disiplin dan pencegahan terhadap pinjol, judol, serta narkoba sebagai bagian penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pelayanan MBG.

