SUKABUMI – RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi atau RS Bunut mulai mendorong perubahan kebiasaan dalam pengelolaan lingkungan rumah sakit. Selain menjalankan program penghijauan, rumah sakit juga berupaya mengurangi penggunaan plastik dan styrofoam.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen RS Bunut menerapkan konsep rumah sakit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, seiring peringatan HUT ke-106 rumah sakit yang dirangkaikan dengan Boenoet Fest 2026.
Direktur Utama RSUD R. Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi, mengatakan persoalan lingkungan tidak hanya dapat diselesaikan melalui penanaman pohon, tetapi juga membutuhkan perubahan kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan rumah sakit.
Baca Juga: Usia 106 Tahun, RSUD R Syamsudin SH Dorong Konsep Rumah Sakit Ramah Lingkungan
“Langkah ini menjadi bagian dari perubahan kebiasaan dalam pengelolaan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Yanyan.
Menurutnya, pengurangan penggunaan plastik dan styrofoam berjalan beriringan dengan upaya mengelola sampah organik agar dapat dimanfaatkan kembali.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran seluruh unsur rumah sakit bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.
Tak Hanya Fokus pada Pelayanan Kesehatan
Yanyan mengatakan rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan tempat pelayanan berlangsung.
Lingkungan rumah sakit yang bersih, asri, dan nyaman dinilai turut memberikan suasana yang lebih baik bagi pasien, tenaga kesehatan maupun pengunjung.
Baca Juga: Atasi Overcapacity, Sistem Rujukan dan Bed Management RSUD R Syamsudin SH Dibenahi
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui program penghijauan dengan target penanaman 1.000 pohon hingga 2030.
Pada tahap awal, lima pohon Tabebuya ditanam di lingkungan rumah sakit. Penanaman selanjutnya akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik, termasuk area perimeter rumah sakit.
“Target kami menanam 1.000 pohon dari 2026 sampai 2030. Hari ini menjadi langkah awal yang ditandai dengan penanaman lima pohon oleh Pak Wali Kota,” kata Yanyan.
Libatkan Pegawai dalam Gerakan Lingkungan
Semangat menjaga lingkungan juga dibawa ke dalam rangkaian Boenoet Fest 2026.
Baca Juga: UOBK RSUD R Syamsudin SH Tetapkan Standar Pelayanan, Tekankan Layanan Profesional dan Transparan
Pegawai dari berbagai unit pelayanan dilibatkan dalam kegiatan kreatif bertema alam. Salah satunya peragaan busana yang menggunakan material berbahan daun.
Peserta berasal dari berbagai unit, mulai dari hemodialisis, kamar bersalin, rawat jalan, hingga tenaga perawat dan bidan.
Menurut Yanyan, keterlibatan lintas unit tersebut penting untuk membangun rasa memiliki terhadap rumah sakit.
Peringatan hari jadi, kata dia, tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan mendorong seluruh pegawai ikut berkontribusi terhadap perkembangan rumah sakit.
Memasuki usia 106 tahun, RS Bunut ingin mempertahankan kualitas pelayanan sekaligus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, termasuk dalam penerapan prinsip keberlanjutan.
“Rumah sakit ini memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan di Sukabumi. Karena itu, saya berharap seluruh jajaran dapat mempertahankan kualitas dan terus menjadikan Bunut sebagai rumah sakit yang terbaik dalam memberikan pelayanan di tengah kemajuan zaman,” ungkapnya.

