SUKABUMI – Sebuah rumah milik Fadil (20), seorang pemuda penyandang disabilitas mental di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, roboh pada Jumat malam (14/11/2025).
Ironisnya, meski Fadil disebut tinggal dan menghuni rumah tersebut, pihak Desa menyatakan bangunan itu adalah rumah kosong yang sudah lama tidak berpenghuni.
Berdasarkan keterangan Ai Marlina, saudara Fadil yang juga warga setempat, Fadil telah tinggal sendirian di rumah peninggalan kakek-neneknya itu sejak lama. Kondisi mental Fadil yang membutuhkan pendampingan membuatnya hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SD.
Baca Juga: Memanas! Ini Perbandingan Kekuatan Militer Cina dan Jepang, Siapa Lebih Unggul?
“Dia itu keterbelakangan mental. Seharusnya umur 20 tahun sudah bisa berpikir dewasa, tapi pikirannya masih seperti anak-anak. Kami keluarganya selalu memperhatikan urusan makannya, dia bergilir minta makan ke saya, mamah, atau bibinya,” jelas Ai Marlina, yang baru saja pulang dari bekerja di Taiwan.
Ai Marlina menegaskan bahwa Fadil sangat menolak untuk pindah dan memilih bertahan di rumah tersebut. Keluarga pun telah berulang kali mengajukan bantuan perbaikan rumah (RTLH/Rutilahu) kepada Pemerintah Desa.
“Kami sudah lama berkoordinasi dengan pihak desa untuk bantuan RTLH. Pihak desa hanya bilang ‘iya, iya’, tapi tidak ada realisasi atau perbaikan. Bahkan seminggu lalu ada yang datang memfoto-foto rumah itu, tapi sampai hari ini tidak ada tindak lanjut,” ujarnya dengan nada kecewa.
Baca Juga: Kisah Adrian Zecha, Kelahiran Sukabumi Perintis Hotel Mewah Aman Resort yang Mendunia
Ai Marlina mengungkapkan bahwa pengajuan bantuan untuk Fadil sempat terkendala masalah Kartu Keluarga (KK). Meski Fadil jelas-jelas tinggal dan menghuni rumah tersebut, status administratifnya dianggap tidak jelas setelah kakek-neneknya meninggal.
“Padahal kan udah jelas. Dia tadinya ikut almarhum kakek-nenek, itu jelas di KK. Tapi kakek-neneknya sudah meninggal, jadi dia cuma ikut di uwa (bibi/paman). Kalau menyebut rumah kosong, itu bohong. Itu rumahnya sampai hari ambruk pun masih ditinggali,” tegas Ai Marlina.
Insiden ini menyisakan tanda tanya besar mengenai akurasi data warga rentan dan komitmen penanganan oleh pemerintah desa. Nasib Fadil kini menggantung. Ia terpaksa berpindah-pindah menginap di rumah saudara setelah satu-satunya tempat tinggal yang ia miliki runtuh diterjang hujan dan ketiadaan perhatian dari pemerintah.
Pemerintah Desa: Rumah Kosong dan Tinggal dengan Nenek
Berbeda dengan pengakuan keluarga, Sekretaris Desa (Sekdes) Sukamaju, Otong, memberikan pernyataan yang kontradiktif. Saat dikonfirmasi, Otong menyebut rumah yang roboh tersebut adalah rumah kosong.
“Sudah, itu kan rumah kosong sudah lama tidak ditempati. Bukan masalah apa, jadi sudah lama tidak ditempati, kan yang namanya rumah gak ada yang berpenghuni,” kata Otong.
Ketika ditanya tentang Fadil yang disebut-sebut menempati rumah itu, Otong mengakuinya namun dengan versi berbeda. Ia menyatakan Fadil tinggal bersama neneknya dan kondisinya yang “kurang normal”.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sesalkan Mardigu dan Helmy Yahya Tak Lolos Fit and Proper Test Komisaris Bank BJB
“Kadang-kadang kemarin mah sama neneknya. Sekarang kalau mau main pulang lagi sama neneknya. Udah dicek tadi juga ke lapangan, alhamdulillah gak ada apa-apa, soalnya itu udah lama,” tambahnya.

