Kota Sukabumi

Rumah Warga di Benteng Sukabumi Terbakar Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar

×

Rumah Warga di Benteng Sukabumi Terbakar Diduga Akibat Obat Nyamuk Bakar

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Sebuah rumah tinggal milik warga di Benteng Tengah, Gang Masjid Jami Atthoyibah, RT 08 RW 02, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, hangus terbakar pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 20.15 WIB.

Tidak ada korban jiwa, namun satu keluarga yang terdiri dari 3 KK dan 8 jiwa harus mengungsi sementara akibat rumah yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Joseph membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa laporan pertama masuk ke Call Center BPBD sekitar pukul 22.20 WIB.

Baca Juga: Ayep Zaki Tinjau Penyaluran BLT, 5.200 Warga Kota Sukabumi Terima Bantuan Rp900 Ribu

“Kami menerima laporan dari warga bahwa telah terjadi kebakaran rumah milik Didi Suhandi, usia 85 tahun. Tim langsung bergerak melakukan pengecekan, assessment, dan penanganan bersama unsur terkait,” ujar Joseph.

Menurut keterangan saksi yang juga anak pemilik rumah, Aisyah, kebakaran diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang menjalar ke kasur berbahan kapuk. Api dengan cepat membesar sehingga Aisyah berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Tim BPBD bersama Damkar Kota Sukabumi dan unsur TNI, Polri, PMI, PLN, Tagana, kelurahan, serta warga bahu-membahu memadamkan api. Setelah proses pemadaman dilakukan, situasi dinyatakan aman dan api padam total.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Ucapkan Selamat Hari Guru Nasional

Rumah berukuran 7 x 5 meter dengan tinggi sekitar 3 meter tersebut mengalami kerusakan berat. Nilai kerugian materil masih dalam proses perhitungan.

Joseph menambahkan bahwa BPBD telah melakukan serangkaian upaya penanganan.

“Selain pemadaman dan assessment, kami juga melakukan pendataan serta melaporkan kejadian ini kepada pimpinan. Untuk kebutuhan mendesak, korban memerlukan kasur, pakaian, sembako, dan bantuan biaya,” jelasnya.

BPBD Kota Sukabumi mengimbau warga untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran rumah, terutama penggunaan obat nyamuk bakar, lilin, dan peralatan listrik.