Kuliner

Sarapan Murah Meriah di Sekitar Masjid Agung Sukabumi, Nasi Kuning Ibu Ika Jadi Rekomendasi

×

Sarapan Murah Meriah di Sekitar Masjid Agung Sukabumi, Nasi Kuning Ibu Ika Jadi Rekomendasi

Sebarkan artikel ini
Sarapan Murah Meriah di Sekitar Masjid Agung Sukabumi, Nasi Kuning Ibu Ika Jadi Rekomendasi
Sarapan Murah Meriah di Sekitar Masjid Agung Sukabumi, Nasi Kuning Ibu Ika Jadi Rekomendasi. Foto : SE Sukabumiku.id

SUKABUMI Bagi warga yang mencari menu sarapan murah dan mengenyangkan di kawasan pusat Kota Sukabumi, nasi kuning buatan Ibu Ika di sekitar Kompleks Masjid Agung Kota Sukabumi bisa menjadi pilihan.

Berlokasi di samping Kantor Telkom, Jalan Masjid Agung, tepat bersebelahan dengan penjual tahu Sumedang, Ibu Ika menjajakan nasi kuning paket komplit dengan harga terjangkau. Untuk paket lengkap, nasi kuning dibanderol Rp 12.000, sudah termasuk perkedel kentang, bihun, orek tempe, sambal, kerupuk, dan telur bulat. Sementara itu, tersedia pula paket hemat seharga Rp 10.000 tanpa telur.

Menurut Ibu Ika, lapaknya mulai buka setiap hari sejak pukul 05.30 WIB hingga dagangan habis. Biasanya, nasi kuningnya sudah ludes sebelum waktu Zuhur, sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, jika stok masih tersedia, penjualan bisa berlanjut hingga pukul 13.00 WIB.

Baca Juga : Harga Emas Antam Naik Rp45.000, Sentuh Rp2.549.000 per Gram

“Biasanya buka setengah enam pagi, habis sebelum Zuhur. Kalau masih ada, bisa sampai jam satu siang,” ujar Ibu Ika saat ditemui.

Lapak nasi kuning ini terbilang baru di lokasi tersebut. Ibu Ika mengungkapkan, dirinya baru dua hari berjualan di kawasan Jalan Masjid Agung. Sebelumnya, ia membuka lapak di depan kos-kosan yang berada di samping Kantor Kelurahan Gunungparang.

Selain nasi kuning, Ibu Ika juga menawarkan aneka tempeyek, di antaranya tempeyek kacang suuk, tempeyek ikan teri, dan tempeyek kacang hijau yang bisa dijadikan lauk tambahan atau camilan.

Dengan harga yang ramah di kantong dan porsi yang mengenyangkan, nasi kuning Ibu Ika menjadi alternatif sarapan menarik bagi jamaah masjid, pekerja pagi, maupun warga sekitar pusat Kota Sukabumi.(SE)