SUKABUMI — Sekretaris Jenderal Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM), Hendri Firmansyah, mendorong pengungkapan dugaan kasus asusila yang diduga dilakukan oleh oknum guru sekaligus pelatih voli pelajar di Surade, Kabupaten Sukabumi. Hendri menegaskan bahwa JTM akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
Dalam pernyataan resminya, Hendri menyoroti lambatnya proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku, meski laporan resmi telah disampaikan korban GM beberapa waktu lalu.
“Saya, sebagai Sekjen JTM, menegaskan bahwa kami tidak akan diam melihat dugaan kekerasan seksual terhadap anak. Polisi harus bergerak cepat memeriksa dan menindak terduga pelaku,” tegas Hendri Firmansyah, Rabu (26/11/2025).
Hendri menyampaikan bahwa JTM menerima berbagai informasi dari masyarakat terkait tekanan dan intimidasi yang diduga dialami sejumlah korban. Karena itu, ia meminta Polres Sukabumi memastikan tidak ada pihak mana pun yang menghalangi proses hukum.
Baca Juga: Kota Sukabumi Siapkan 5.000 Titik PJU Baru, Bobby Maulana: Keamanan Masyarakat Jadi Prioritas
“Kami mendapatkan laporan bahwa beberapa korban masih takut bicara. Ini tidak boleh terjadi. Kepolisian wajib menjamin keamanan dan keberanian para korban untuk bersuara,” ujar Hendri.
Ia menambahkan bahwa JTM akan membuka ruang pengaduan bagi korban lain yang membutuhkan bantuan hukum atau pendampingan.
Sebagai tokoh yang kerap menyuarakan isu sosial di Jampang, Hendri mengkritik keras terjadinya dugaan tindakan asusila di lingkungan pendidikan, terlebih pada satuan pendidikan keagamaan.
“Institusi pendidikan harus menjadi benteng terakhir perlindungan anak. Jika ada guru yang malah melakukan kekerasan seksual, itu adalah pengkhianatan terhadap tugas dan amanah,” kata Hendri.
Baca Juga: Wujudkan Pelayanan Humanis , Camat Jampangkulon Gendong Nenek Penerima BLT
Di akhir pernyataannya, Hendri menegaskan bahwa dirinya dan JTM akan terus memantau perkembangan kasus, termasuk memastikan polisi memprosesnya sesuai ketentuan perundang-undangan, seperti UU TPKS maupun UU Perlindungan Anak.
“Saya pastikan, JTM akan terus mengawal. Kami ingin kasus ini dituntaskan, pelaku dihukum seberat-beratnya, dan korban mendapatkan keadilan penuh,” pungkas Hendri Firmansyah.

