Berita SukabumiKabupaten Sukabumi

Sentuh Langsung Keluarga Rawan Stunting, Bupati Sukabumi dan Mendukbangga Pastikan Program MBG 3B Tepat Sasaran

×

Sentuh Langsung Keluarga Rawan Stunting, Bupati Sukabumi dan Mendukbangga Pastikan Program MBG 3B Tepat Sasaran

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Komitmen pemerintah dalam menekan angka stunting tidak hanya ditunjukkan lewat kebijakan, tetapi juga melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat. Hal itu tampak saat Bupati Sukabumi H Asep Japar mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI/Kepala BKKBN, Wihaji, dalam rangkaian pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.

Usai menghadiri Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), rombongan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah keluarga rawan stunting (KRS) sekaligus meninjau rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Cikubang, Desa Kabandungan, serta Kampung Kaladi 1, Desa Tugu Bandung. Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa program MBG 3B tidak berhenti pada distribusi bantuan, melainkan memastikan dampaknya benar-benar dirasakan keluarga sasaran.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI, Wihaji, menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang harus ditangani secara menyeluruh. Selain faktor asupan gizi, ia menyoroti praktik pernikahan usia dini, keterbatasan sanitasi, serta akses air bersih sebagai penyebab utama yang masih ditemui di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sukabumi.

“Pencegahan stunting tidak bisa parsial. Harus menyentuh pola hidup, kesiapan keluarga, dan lingkungan tempat anak tumbuh,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua PN Kota Sukabumi Alami Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi

Bupati Sukabumi H Asep Japar menilai kehadiran Menteri beserta jajaran menjadi penguat semangat bagi daerah dalam menjalankan program prioritas nasional. Menurutnya, MBG 3B merupakan bentuk investasi jangka panjang yang hasilnya akan menentukan kualitas generasi mendatang.

“Ini bukan sekadar soal makanan gratis. Ini tentang memastikan anak-anak Sukabumi tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Bupati.

Ia juga menekankan peran strategis kader TPK yang menjadi ujung tombak di lapangan. Selain mendistribusikan bantuan, para kader berperan penting dalam edukasi gizi, pendampingan keluarga, hingga memastikan intervensi tepat sasaran bagi ibu hamil, baduta, dan balita.

Baca Juga: Ratusan Pelamar Ikuti Tahap Interview Relawan SPPG Ciparay di Jampangkulon

Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektor terus diperkuat agar program berjalan berkelanjutan. Ia optimistis, dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah, desa, posyandu, dan masyarakat, pelaksanaan program MBG 3B dan SPPG di Kecamatan Kabandungan dapat memberikan dampak nyata.

“Kehadiran langsung pimpinan pusat dan daerah ke rumah warga menjadi bukti keseriusan pemerintah. Ini juga menjadi motivasi bagi para kader untuk terus bekerja maksimal,” ungkapnya.

Melalui pendekatan langsung ke keluarga rawan stunting, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya tercatat dalam data, tetapi benar-benar mengubah kualitas hidup masyarakat di tingkat akar rumput.