Kota Sukabumi

Sinergi PKK dan Dinkes Kota Sukabumi Percepat Graduasi Stunting di Warudoyong

×

Sinergi PKK dan Dinkes Kota Sukabumi Percepat Graduasi Stunting di Warudoyong

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI — Pemerintah Kota Sukabumi terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan dalam kegiatan sinergitas dan kolaborasi Dinas Kesehatan bersama TP PKK Kota Sukabumi yang dirangkaikan dengan program graduasi stunting di Puskesmas Sukakarya, Kecamatan Warudoyong.

Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Camat Warudoyong, Lurah Sukakarya, Kepala UPTD Puskesmas Sukakarya, serta ibu hamil, balita, dan orang tua balita. Momentum ini menjadi sarana penguatan peran pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memastikan tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan.

Baca Juga: AC Milan Berpeluang Raup Dana Besar dari Pemain Pinjaman

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pemenuhan gizi, Pemerintah Kota Sukabumi menyalurkan bantuan pangan berupa telur kepada 11 balita dan 5 ibu hamil. Masing-masing penerima mendapatkan 60 butir telur guna membantu meningkatkan asupan protein.

Ketua TP PKK Kota Sukabumi Ranty Rachmatillah mengatakan bahwa bantuan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi penerima.

“Pemkot Sukabumi menyalurkan bantuan pangan berupa telur sebagai upaya meningkatkan asupan protein bagi balita serta mendukung kesehatan ibu hamil,” ujarnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Pembukaan TMMD ke-127 di Cikembar

Ranty menegaskan bahwa kegiatan graduasi stunting tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

“Ini bukan hanya soal pembagian telur, tetapi pesan bahwa ibu hamil dan anak-anak tidak berjuang sendiri. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal sejak dalam kandungan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa gerakan Satu ASN Satu Telur menjadi simbol solidaritas aparatur sipil negara dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga. Telur dipilih karena mudah diperoleh, terjangkau, serta memiliki kandungan protein yang penting dalam upaya pencegahan stunting.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi keluarga semakin meningkat. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat juga harus terus terjaga secara berkelanjutan,” pungkas Ranty.