SUKABUMI – Kondisi Sungai Cidadap di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan warga akibat air yang berubah keruh dan sulit dimanfaatkan, terutama saat musim kemarau. (10/4/2026).
Sungai yang selama ini menjadi sumber air bagi warga Desa Cidadap dan Desa Loji itu diduga tercemar akibat aktivitas penambangan di wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Lengkong.
Seorang warga yang berada di lokasi mengungkapkan dalam sebuah vidio di media sosial bahwa kondisi air sungai saat ini jauh dari kata layak digunakan.
“Sekarang mau memanfaatkan bagaimana, airnya saja sudah keruh,” ujarnya.
BACA JUGA : Kasus Samin Tan Mencuat, PT Wilton Hentikan Aktivitas Tambang dan Pengolahan Bijih Emas PT BBP di Sukabumi
Ia menyebut, dampak pencemaran tersebut sangat dirasakan masyarakat yang selama ini bergantung pada aliran Sungai Cidadap, khususnya ketika musim kemarau tiba.
Menurut penelusuran yang dilakukan pihak kecamatan, sumber permasalahan diduga berasal dari aktivitas penambangan yang tidak dilengkapi sistem pengolahan limbah. Bahkan, imbauan untuk menghentikan kegiatan tersebut disebut tidak diindahkan.
Warga juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas di wilayah hulu. Mereka menilai, kepentingan ekonomi segelintir pihak telah mengorbankan kebutuhan banyak orang.
“Kami sangat dirugikan, yang menikmati hasilnya pihak lain, sementara kami yang menanggung dampaknya,” ungkap warga lainnya.
BACA JUGA : Sidak DPRD Sukabumi Ungkap Masalah Legalitas Tambang PT Wilton-Borneo di Mekarjaya
Sementara itu, Camat Simpenan Supendi bersama dengan ESDM provinsi telah melakukan koordinasi hingga ke Kecamatan Lengkong. Proses penanganan akan segera dilakukan dengan pemerintah pusat.
“Nanti kita cek lokasi bersama sama dgn ESDM provinsi”, ujarnya pada Jum’at (10/4/2026).
Warga pun berharap adanya perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk meninjau kondisi di lapangan.
Mereka meminta agar aktivitas yang diduga mencemari sungai dapat segera dihentikan demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan sumber air masyarakat.

