SUKABUMI — Misteri penyerangan terhadap sejumlah pemuda oleh orang tak dikenal (OTK) di wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mulai terkuak. Insiden yang sebelumnya disebut sebagai aksi teror di jalan gelap tersebut ternyata dipicu pertemuan yang telah direncanakan melalui media sosial.
Bentrok antar kelompok pemuda itu terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.30 WIB di Jalan Nasional Desa Pamuruyan, tepat di perbatasan Kecamatan Cibadak dan Parungkuda. Lokasi ini merupakan kawasan yang sama dengan tempat empat pemuda dilaporkan menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika seorang pemuda berinisial K mengajak sekitar 13 hingga 15 rekannya dari wilayah Cibadak dan sekitarnya. Rombongan tersebut bergerak sekitar pukul 01.00 WIB dengan alasan mengambil sepeda motor yang diduga berkaitan dengan perselisihan sebelumnya.
Baca Juga: Banyakin Ngopi! E-Flyer Satir Beredar Jelang Setahun Pelantikan Bupati-Wabup Sukabumi
Saat para pemuda berkumpul, warga sekitar merasa resah karena aktivitas mereka hingga larut malam. Aparat Polsek Parungkuda sempat mendatangi lokasi dan membubarkan kerumunan. Situasi sempat kembali kondusif, namun sebagian rombongan kembali bergerak ke arah wilayah Cibadak.
Di perbatasan Cibadak–Parungkuda, mereka bertemu dengan kelompok pemuda lain yang diketahui telah berkomunikasi sebelumnya melalui media sosial Instagram dan WhatsApp. Pertemuan tersebut diduga tidak sesuai kesepakatan awal dan berujung bentrokan terbuka.
Akibat insiden itu, lima orang dilaporkan mengalami luka-luka. Empat korban harus menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi akibat luka bacok, sementara satu korban lainnya dirawat di rumah. Sebelumnya, para korban sempat mengira penyerangan tersebut dilakukan oleh orang tak dikenal secara tiba-tiba di jalan gelap.
Baca Juga: Sampah Banjiri Pantai Ujunggenteng Pascabanjir Rob, Nelayan Merugi Pemerintah Dinilai Tutup Mata
Kapolsek Cibadak, Kompol I. Djubaedi, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan empat orang terduga pelaku dalam kasus tersebut.
“Motifnya masih kami dalami, namun yang jelas pertemuan ini sudah direncanakan sebelumnya. Kami mengimbau semua pihak yang terlibat untuk kooperatif dan mengikuti proses hukum,” ujar Kompol Djubaedi, Senin (2/2/2026).
Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam bentrokan, di antaranya satu bilah samurai, dua bilah cerulit, dan satu cerulit Jawa. Selain itu, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kompol Djubaedi menambahkan, pihaknya masih mendalami peran masing-masing individu yang terlibat dan tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain. Ia juga mengimbau pihak-pihak yang merasa terlibat agar segera menyerahkan diri.

