Nasional

Tren Penurunan Gelombang Warnai Kondisi Perairan 7–8 Januari

×

Tren Penurunan Gelombang Warnai Kondisi Perairan 7–8 Januari

Sebarkan artikel ini
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Timur, Senin 30 Juni
Pantai Selatan Senin, (30/6/2025) Foto : Sei / Sukabuiku.id

SUKABUMI  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan kondisi Gelombang laut pada periode 7 hingga 8 Januari, tinggi gelombang terpantau mengalami penurunan secara bertahap di sejumlah wilayah perairan.

Pada pagi hari tanggal 7 Januari, tinggi gelombang tercatat berada pada kisaran 1,1 meter dan terpantau masih relatif stabil hingga siang hari. Memasuki sore hari sekitar pukul 14.00 WIB, tinggi gelombang mulai menunjukkan tren penurunan secara perlahan.

Hingga dini hari tanggal 8 Januari pukul 06.00 WIB, tinggi gelombang tercatat menurun dan berada pada kisaran 0,7 hingga 0,8 meter. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa perairan cenderung semakin tenang dengan kategori tinggi gelombang rendah, yakni di bawah 1,25 meter.

Baca Juga : Harga Emas Antam Naik Rp45.000, Sentuh Rp2.549.000 per Gram

Sementara itu, hasil pemantauan arus laut menunjukkan kecepatan arus berkisar antara 44 hingga 53 sentimeter per detik. Puncak kecepatan arus tertinggi terpantau terjadi pada sore hari tanggal 7 Januari sekitar pukul 15.00–16.00 WIB. Kecepatan arus kembali meningkat pada dini hari tanggal 8 Januari dengan nilai mencapai sekitar 53 sentimeter per detik.

Dari sisi arah, arus laut pada pagi hingga sore hari tanggal 7 Januari didominasi pergerakan ke arah barat laut hingga utara. Pada malam hari, arah arus terpantau mengalami perubahan yang cukup dinamis. Memasuki dini hari tanggal 8 Januari, arus laut kembali menunjukkan kondisi yang lebih stabil dengan arah dominan bergerak ke barat hingga barat laut.

Secara umum, BMKG menilai kondisi perairan berada dalam kategori relatif kondusif dan aman. Meski demikian, BMKG tetap mengimbau kepada pengguna jasa kelautan, nelayan, dan pelaku aktivitas pelayaran untuk senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut terkini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi perubahan kondisi di lapangan.(SE)